Ratusan orang berkumpul di sebuah taman dekat Moskow pada Sabtu (21/2/2026) untuk merayakan berakhirnya musim dingin dalam festival tradisional Maslenitsa. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Para pengunjung menikmati beragam acara, mulai dari konser hingga berbagai kontes khas perayaan rakyat. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Dalam acara tersebut terlihat kompetisi panjat tiang yang menjadi bagian dari perayaan tahunan Maslenitsa. Lomba ini sekilas mirip dengan tradisi “panjat pinang” yang kerap digelar saat peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia. (REUTERS/Sergey Pivovarov)
Selain panjat pinang, acara tersebut juga menampilkan permainan tradisional Indonesia, yakni egrang. Bedanya, para peserta memainkan egrang dengan berjalan di atas hamparan salju. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Puncak acara ditandai dengan pembakaran patung raksasa “Maslenitsa” yang disebut-sebut sebagai yang tertinggi di Rusia, menurut penyelenggara. Patung tersebut merupakan struktur bertingkat yang kompleks dan membutuhkan waktu persiapan selama beberapa minggu. Para pengrajin museum terlibat langsung dalam proses pembuatannya, mulai dari perancangan hingga perakitan. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Maslenitsa, atau dikenal juga sebagai Shrovetide, merupakan tradisi Kristen Ortodoks yang berlangsung pada pekan terakhir sebelum masa Prapaskah Ortodoks. Perayaan ini kerap disebut sebagai “minggu pancake” atau “minggu mentega” karena masyarakat secara tradisional menyantap blini—pancake khas Rusia—sebagai simbol matahari dan harapan datangnya musim semi. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Selain di Rusia, tradisi Maslenitsa juga dirayakan di Belarus dan Ukraina, sebagai penanda berakhirnya musim dingin dan menyambut musim semi yang akan tiba. (Tangkapan Layar Video Reuters/)