Kenapa Kangkung Jarang Jadi Menu Pasien RS? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Jakarta, CNBC Indonesia - Kangkung dikenal sebagai salah satu sayuran paling populer di Indonesia. Mudah ditemukan, murah, dan kerap jadi menu rumahan. Namun, sayur berdaun hijau ini justru jarang muncul dalam daftar menu pasien rumah sakit. Kenapa?
Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Hana Fitria Navratilova menjelaskan, pemilihan menu di fasilitas layanan kesehatan tidak dilakukan sembarangan. Semua disusun secara selektif demi keamanan pangan dan kesesuaian dengan kondisi klinis pasien.
Menurut Hana, alasan kangkung jarang disajikan bukan semata-mata karena kekhawatiran terhadap logam berat atau kontaminan.Â
"Secara umum, sayuran berdaun memang jarang disajikan dalam menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin," ujarnya dikutip dari website resmi IPB University, Kamis (19/2/2026).
Selain purin, kandungan oksalat dan nitrat dalam sayuran berdaun juga menjadi pertimbangan. Zat-zat tersebut dapat menjadi perhatian khusus pada pasien dengan kondisi tertentu, seperti gangguan ginjal atau masalah metabolisme.
Kangkung termasuk sayuran yang tidak bisa disimpan lama dan harus segera diolah setelah diterima. Dalam sistem dapur rumah sakit yang melayani banyak pasien dengan variasi diet khusus, jenis sayur yang lebih stabil dan mudah dikelola biasanya lebih diprioritaskan.
Hana menegaskan, kontaminasi logam berat memang bisa terjadi pada pangan, tetapi tidak terbatas pada kangkung saja. Beras dan seafood pun berpotensi terkontaminasi jika berasal dari lingkungan yang tercemar.
Logam berat yang dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari gangguan ginjal dan hati hingga risiko kanker. Namun, hal itu tidak serta-merta membuat kangkung otomatis berbahaya.
Ada alasan teknis lain. Sayuran berdaun mengalami penyusutan volume cukup besar setelah dimasak, sehingga secara visual dan porsi kurang ideal untuk standar penyajian rumah sakit.
Karena itu, rumah sakit umumnya memilih jenis sayur yang lebih aman dikonsumsi mayoritas pasien dan lebih mudah dikontrol kandungan gizinya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]