Ternyata Kata 'Mudik' Itu Singkatan, Banyak Orang Tak Tahu Artinya
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Jutaan warga Indonesia diprediksi akan mudik ke kampung halaman pada libur Idul Fitri tahun ini.
Memang, mudik identik dengan momen Lebaran. Meski jutaan orang merayakannya, banyak yang tahu bahwa kata "mudik" sebenarnya adalah singkatan. Di balik kata sederhana tersebut, tersimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan budaya sungai, urbanisasi, hingga perubahan pola hidup masyarakat Indonesia.
Mengutip situs Indonesia Baik milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mudik merupakan kependekan dari istilah Jawa "mulih dilik", yang berarti pulang sebentar.
Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan mudik sebagai aktivitas pergi ke udik atau pedalaman, serta pulang ke kampung halaman.
Penjelasan lain datang dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Secara etimologis, mudik berasal dari kata "udik" dalam bahasa Melayu yang berarti hulu atau ujung sungai.
"Berasal dari bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya," ujar Antropolog UGM Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra, dikutip dari situs resmi UGM.
Asal-usul Tradisi Mudik di Indonesia
Menurut Kementerian Perhubungan, tradisi mudik mulai menguat sejak era 1970-an, ketika arus urbanisasi ke Jakarta dan kota-kota besar semakin masif.
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Prof Purnawan Basundoro menilai, fenomena ini berkaitan erat dengan perpindahan penduduk pascakemerdekaan.
"Ini mungkin setelah kemerdekaan, setelah banyak orang mencari pekerjaan di kota. Mungkin tahun 1960-an hingga 1970-an, ketika Jakarta mulai didatangi orang dari berbagai desa," ujarnya, dikutip dari Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur.
Seiring waktu, aktivitas pulang ke kampung halaman tersebut dikenal luas sebagai mudik. Kini, mudik tak lagi terbatas pada satu perayaan atau kelompok tertentu, melainkan telah menjadi tradisi sosial yang melekat pada masyarakat Indonesia.
source on Google [Gambas:Video CNBC]