Bukan Virus Baru, Dokter Imbau Masyarakat Waspada Super Flu

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Jumat, 13/02/2026 11:17 WIB
Foto: Ilustrasi Sakit Flu (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan ini, istilah 'Super flu' ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza. Kementerian Kesehatan mencatat hingga Januari 2026 terdapat sedikitnya 74 kasus Super flu di 13 provinsi, termasuk sekitar 18-35 kasus yang terdeteksi di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya.

Meski jumlah kasus meningkat, secara medis istilah ini bukanlah sebutan resmi. Menurut dr. Yolanda Njotowibowo di Mayapada Hospital Surabaya, super flu digunakan untuk menggambarkan varian influenza A (H3N2) subclade K, yang menular lebih cepat dan cenderung menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.

"Super flu sebenarnya merujuk pada peningkatan kasus flu musiman akibat varian subclade K, dan bukan virus baru. Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan varian ini lebih parah dibanding COVID-19 atau influenza musiman lainnya, maupun dapat memicu pandemi," jelasnya dikutip Jumat (13/2/2026).


Pada dasarnya, super flu memiliki gejala yang mirip dengan flu musiman, namun pada sebagian pasien keluhannya dapat terasa lebih berat. Demam dapat muncul lebih tinggi dan berlangsung lebih lama dibandingkan flu biasa.

"Pasien umumnya mengalami tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering, dan sakit tenggorokan. Pada beberapa kasus, suhu tubuh bisa meningkat hingga di atas 39-40°C. Bila tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi sepertipneumonia,sehingga kewaspadaan sejak dini penting terutama pada kelompok risiko," tambah dr. Yolanda.

Super flu berpotensi menyerang siapa saja, namun risikonya lebih tinggi pada kelompok tertentu, yakni lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan sistem imun. Kondisi ini patut diwaspadai mengingat varian influenza A(H3N2) subclade K menyebar lebih cepat, khususnya di area ramai dan interaksi jarak dekat.

Di tengah meningkatnya kasus super flu, salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah vaksinasi influenza, sebagai upaya perlindungan untuk membantu menurunkan risiko infeksi, dan gejala yang lebih berat.

dr. Ivan Andre Hartono, M.Biomed di Mayapada Hospital Surabaya, menjelaskan bahwa vaksin tetap berperan penting dalam meminimalkan dampak infeksi secara signifikan.

"Vaksin influenza tidak sepenuhnya mencegah kemungkinan tertular, termasuk oleh subclade K. Namun, vaksin dapat membantu tubuh membentuk antibodi sehingga dapat menurunkan risiko gejala berat dan komplikasi akibat infeksi," jelasnya.

Selain vaksinasi, penerapan protokol kesehatan juga tetap menjadi langkah penting dalam pencegahan.

"Dengan mengenakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik, terutama di keramaian atau saat berinteraksi dengan orang sakit, tetap efektif untuk menekan risiko penularan," tambah dr. Ivan.

Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran super flu, Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) menyediakan layanan vaksin influenza untuk membantu masyarakat memperoleh perlindungan dengan standar keamanan dan kenyamanan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi. Layanan vaksin ini juga tersedia di unit Mayapada Hospital lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan konsultasi atau evaluasi kondisi kesehatan terkait infeksi flu, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis di Mayapada Hospital. Akses informasi dan pendaftaran tersedia melalui call center 150770 maupun aplikasi MyCare.

Selain itu, informasi kesehatan seputar influenza dan langkah pencegahan dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles dan Tips. Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI). 


(bul/bul)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Souto: Meski Ditaklukan Iran, Kita Didukung Seluruh Dunia