Daftar Negara yang Larang Warganya Rayakan Hari Valentine

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Jumat, 13/02/2026 08:00 WIB
Foto: Pekerja menyelesaikan pengikatan bunga mawar di Pasar Rawa Belong, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Permintaan bunga mawar mengalami peningkatan drastis menjelang perayaan hari Valentine pada 14 Februari 2026. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di saat jutaan orang di berbagai belahan dunia bersiap merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine's Day, sejumlah negara tetap teguh pada pendiriannya untuk melarang atau membatasi perayaan 14 Februari tersebut.

Alasan di balik larangan merayakan Valentine bervariasi, mulai dari upaya menjaga kemurnian ajaran agama, memproteksi nilai budaya lokal, hingga penolakan terhadap pengaruh budaya Barat.

Salah satu negara yang melarang perayaan Hari Valentine adalah Pakistan. Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi negara itu, perayaan Valentine dilarang dilakukan di tempat umum di Pakistan.


Foto: Pekerja menyelesaikan pengikatan bunga mawar di Pasar Rawa Belong, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Permintaan bunga mawar mengalami peningkatan drastis menjelang perayaan hari Valentine pada 14 Februari 2026. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Tidak hanya itu, otoritas regulasi media setempat juga melarang penyiaran iklan atau program yang mempromosikan Hari Valentine. Pemerintah menganggap perayaan ini bertentangan dengan identitas nasional dan ajaran Islam.

Sementara itu, Otoritas Regulasi Media Elektronik Pakistan (Pemra) diperintahkan untuk memantau semua media dan mengirimkan pemberitahuan yang melarang promosi terkait Valentine.

Namun, Pakistan bukanlah satu-satunya negara yang melarang warganya merayakan Hari Valentine. Sejumlah ulama di Indonesia juga telah melarang dan menolak Hari Valentine dengan mengatakan bahwa itu bukan bagian dari budaya Islam.

Di Malaysia, Asosiasi Pemuda Muslim Nasional pernah merilis sebuah dokumen sehari sebelum Hari Valentine yang menyarankan perempuan Muslim untuk tidak menggunakan emotikon dalam pesan teks, menyederhanakan percakapan saat berkirim pesan pribadi, dan menghindari penggunaan parfum.

Sementara itu, Arab Saudi juga bergabung dalam daftar negara yang melarang perayaan Hari Valentine. Di masa lalu, mereka yang ingin merayakan Hari Valentine terpaksa membeli mawar dari pasar gelap dengan harga yang melambung tinggi.

Namun larangan tersebut tidak hanya terbatas pada negara-negara mayoritas Muslim. Sebelumnya, sejumlah partai politik di India pernah mengkritik konsep Hari Valentine, dengan banyak yang mengatakan bahwa itu adalah pengaruh buruk Barat terhadap budaya India.

Sebuah organisasi Hindu ekstremis bernama Bajrang Dal telah mengeluarkan peringatan kepada Orissa, sebuah negara bagian di bagian timur India, meminta kaum muda untuk menjauhi Hari Valentine dalam bentuk apa pun. Para aktivis organisasi ini mengatakan bahwa mereka akan menikahkan kaum muda jika tertangkap merayakan Hari Valentine.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Souto: Meski Ditaklukan Iran, Kita Didukung Seluruh Dunia


Related Articles