Update Terbaru Negara Bebas Visa untuk Paspor Indonesia per 6 Februari
Jakarta, CNBC Indonesia - Kekuatan paspor Indonesia mengalami penurunan. Berdasarkan data terbaru Passport Index per 6 Februari 2026, paspor Republik Indonesia kini memiliki mobility score 88 dengan akses bebas visa ke 42 negara, visa on arrival (VoA) di 41 negara, serta eTA di lima negara.
Secara global, paspor Indonesia berada di peringkat 58, dengan jangkauan dunia 44%. Capaian ini menempatkan Indonesia pada posisi yang semakin kompetitif di kawasan, meski masih tertinggal dari negara tetangga tertentu di Asia Tenggara. Meski begitu, daftar negara bebas visa untuk WNI mencakup destinasi strategis di Asia, Afrika, Karibia, hingga Amerika Selatan.
Mengacu pada Passport Index, berikut negara yang dapat dimasuki WNI tanpa visa dalam durasi tertentu:
1. Angola (30 hari)
2. Barbados (90)
3. Belarus (30)
4. Brazil (30)
5. Brunei (14)
6. Cambodia (30)
7. Chile (90)
8. Colombia (90)
9. Dominica (21)
10. Ecuador (90)
11. Fiji (120)
12. Gambia (90)
13. Guyana (30)
14. Haiti (90)
15. Hong Kong (30)
16. Iran (15)
17. Kazakhstan (30)
18. Kiribati (90)
19. Laos (30)
20. Macao (30)
21. Mali (30)
22. Malaysia (30)
23. Micronesia (30)
24. Morocco (90)
25. Myanmar (14)
26. Namibia (30)
27. Palestinian Territories (tanpa batasan khusus)
28. Peru (180)
29. Philippines (30)
30. Rwanda (90)
31. Serbia (30)
32. Singapore (30)
33. St. Vincent and the Grenadines (90)
34. Suriname (tourist card 90 hari)
35. Tajikistan (30)
36.. Thailand (60)
37. Timor-Leste (30)
38. Tunisia (90)
39. Türkiye (30)
40. Uzbekistan (30)
41. Venezuela (90)
42. Viet Nam (30)
Selain bebas visa, WNI juga mendapat kemudahan visa on arrival dan e-visa di puluhan negara lain. Beberapa destinasi populer yang menawarkan VoA antara lain Maldives (30 hari), Nepal (hingga 150 hari), Mauritius (60 hari), serta Bangladesh (30 hari). Sementara e-visa tersedia untuk negara seperti India, Australia, Saudi Arabia.
WNI masih membutuhkan visa untuk 110 negara, termasuk sebagian besar kawasan Schengen, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, China, dan Jepang (dengan skema waiver register terbatas).
Ke depan, penguatan diplomasi bebas visa, stabilitas ekonomi, serta kepercayaan global terhadap sistem imigrasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya jelajah paspor Indonesia. Paspor RI makin fleksibel untuk perjalanan regional dan negara berkembang, namun masih punya pekerjaan rumah besar untuk menembus negara maju.
[Gambas:Video CNBC]