Gara-Gara Ulah Trump, Muncul Seruan Boikot Piala Dunia 2026

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
05 February 2026 13:50
Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan Hadiah Perdamaian FIFA kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada acara Pengundian Final Piala Dunia FIFA 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts. (Amber Searls-Imagn Images)
Foto: Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan Hadiah Perdamaian FIFA kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada acara Pengundian Final Piala Dunia FIFA 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts. (Amber Searls-Imagn Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jerman menolak seruan untuk memboikot Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. 

Wacana boikot ini sebelumnya sempat memanas setelah beberapa tokoh, termasuk Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Oke Goettlich, menyuarakan perlunya Jerman mengambil sikap tegas terhadap kebijakan politik Presiden AS, Donald Trump.

Ketegangan ini sempat dipicu oleh isu geopolitik terkait klaim AS atas wilayah Greenland serta ancaman tarif perdagangan terhadap beberapa negara Eropa. Namun, Pemerintah Jerman melalui juru bicara pemerintah, Steffen Meyer, menyatakan bahwa mereka menolak seruan boikot tersebut.

"Boikot turnamen bukanlah pendekatan yang tepat. Perselisihan politik harus diselesaikan di tingkat politik, dan olahraga harus dibiarkan menjadi olahraga," kata juru bicara pemerintah Steffen Meyer dalam konferensi pers di Berlin mengutip AFP.

Piala Dunia tahun ini akan diadakan antara 11 Juni dan 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Beberapa politisi Jerman mempertanyakan apakah negara itu masih harus berpartisipasi setelah Trump bulan lalu meningkatkan ancamannya yang sudah lama untuk mencaplok Greenland, wilayah otonom sekutu NATO, Denmark.

Ia menargetkan delapan negara Eropa, termasuk Jerman, dengan tarif tinggi karena penentangan mereka terhadap ambisinya.

Namun, pemimpin AS itu kemudian menarik ancaman tarifnya dan berjanji untuk tidak merebut pulau Arktik itu dengan kekerasan, setelah mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan kepala NATO Mark Rutte untuk memastikan pengaruh Amerika yang lebih besar.

Pada puncak krisis, Berlin menghindari mengambil sikap yang jelas tentang boikot, hanya mengatakan bahwa itu terserah pada asosiasi sepak bola negara itu untuk memutuskan.

Sementera itu, Menteri Olahraga Jerman, Christiane Schenderlein, juga mengatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk tidak mendukung boikot. Serta menyatakan bahwa olahraga tidak boleh dieksploitasi untuk kepentingan politik praktis.

"Olahraga tidak boleh dieksploitasi seperti ini," katanya kepada harian Sueddeutsche Zeitung.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tak Cuma Bola, Prabowo Berharap Erick Bawa Olahraga Menuju Kelas Dunia


Most Popular
Features