Kim Seon-ho Terseret Skandal Baru, Diduga Bikin Perusahaan Cangkang

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
03 February 2026 19:35
Kim Seon Ho. Ist
Foto: Kim Seon Ho. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Aktor Korea Selatan Kim Seon-ho tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa dirinya mengoperasikan perusahaan cangkang atau paper company. Isu ini mencuat di tengah perhatian publik terhadap agensinya, Fantagio, yang sebelumnya juga diterpa kontroversi pajak melibatkan aktor Cha Eun-woo.

Fantagio pada Sabtu (waktu setempat) merilis pernyataan resmi untuk menanggapi tudingan tersebut. Agensi menegaskan, Kim Seon-ho saat ini bekerja berdasarkan kontrak eksklusif, baik atas nama pribadi maupun bersama Fantagio, dan seluruh aktivitas profesionalnya telah mengikuti prosedur hukum serta perpajakan yang berlaku.

"Tidak ada masalah dalam hubungan kontraktual maupun kerja profesional kami dengan Kim Seon-ho," ujar Fantagio dalam pernyataannya dikutip dari Korea Times, Selasa (3/2/2026).

Agensi juga membantah tuduhan perusahaan satu orang yang didirikan Kim bertujuan untuk penghindaran atau pengelakan pajak. "Perusahaan dengan pemegang saham tunggal itu dibentuk untuk mendukung produksi teater dan kegiatan panggung lainnya, bukan untuk tujuan penghindaran pajak," lanjut pernyataan tersebut.

Isu ini mencuat setelah beredar klaim bahwa Kim Seon-ho mendaftarkan sebuah perusahaan perencanaan pertunjukan di alamat tempat tinggalnya di Distrik Yongsan, Seoul, dan tercatat sebagai direktur utama perusahaan tersebut.

Tak hanya itu, muncul pula tudingan lanjutan yang menyebut orang tua Kim tercatat sebagai jajaran eksekutif, adanya dugaan penggunaan kartu kredit perusahaan untuk keperluan pribadi oleh anggota keluarga, serta status perusahaan yang disebut belum terdaftar secara resmi sebagai badan manajemen budaya dan seni populer.

Fantagio mengakui perusahaan tersebut saat ini sedang dalam proses penutupan. Ini dinilai sebuah langkah yang diperkirakan akan memicu pengawasan publik lebih lanjut terhadap aktivitas bisnis sang aktor.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ramai-Ramai Warga 'Murtad' Demi Hindari Pajak


Most Popular
Features