Menteri Singapura Turun Tangan Selamatkan Warung Padang Bersejarah
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengejutkan datang dari kancah kuliner warisan Singapura. Warong Nasi Pariaman, salah satu restoran Nasi Padang tertua di kawasan bersejarah Kampong Glam, secara resmi mengumumkan penutupan kedai permanen.
Pengumuman mengejutkan ini mendapat perhatian dari pemerintah Singapura. Menurut laporan Straits Times, pemerintah sudah menghubungi keluarga yang mengelola warung nasi padang populer itu untuk menjajaki opsi guna memberikan bantuan yang lebih besar.
Berlokasi di ruko ikonik 738 North Bridge Road, tepat di bayang-bayang menara Masjid Sultan, restoran ini bukan sekadar tempat makan, melainkan penjaga tradisi. Pihak manajemen mengungkapkan bahwa keputusan untuk menutup gerai legendaris ini adalah langkah yang sangat sulit dan emosional. Pemiliknya mengatakan pada 21 Januari lalu bahwa restoran tersebut akan tutup permanen mulai 31 Januari.
"Terima kasih atas dukungan dan kesetiaan Anda selama bertahun-tahun. Ini adalah keputusan yang sangat berat bagi kami. Kami memohon pengertian yang sebesar-besarnya dari para pelanggan setia yang telah mendukung kami selama lintas generasi," tulis pihak Warong Nasi Pariaman mengutip The Straits Times.
Pemilik Warong Nasi Pariaman yang merupakan generasi kedua, Abdul Munaf Isrin, mengungkapkan bahwa jelang penutupan, pelanggan yang datang justru makin banyak sampai dia harus menyiapkan lima kali lipat jumlah makanan dari biasanya.
"Saya sangat sedih, saya telah menjalankan warung saya sejak usia 25 tahun. Untuk saat ini, saya ingin beristirahat dulu. Insya Allah, melihat dukungan dari pelanggan kami, jika diberi kesempatan, kami akan melanjutkan di masa mendatang," ungkap Abdul Munaf Isrin.
Harga sewa ruko melonjak
Harga sewa rata-rata ruko di distrik bersejarah Kampong Gelam, Little India, dan Chinatown umumnya meningkat sekitar 2-2,5 persen per tahun.
"Pemerintah menyadari bahwa bisnis warisan budaya, seperti semua bisnis, menghadapi berbagai tantangan komersial seperti meningkatnya biaya tenaga kerja dan material, keterbatasan tenaga kerja, dan pergeseran permintaan dan preferensi konsumen sambil berupaya mempertahankan atribut unik dari penawaran mereka," kata Otoritas Pengembangan Perkotaan (URA).
Pemerintah Singapura sendiri telah membentuk gugus tugas khusus untuk mendukung bisnis warisan budaya seperti Warong Nasi Pariaman.
URA mengatakan Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan dan mempromosikan bisnis warisan budaya, kegiatan tradisional, dan kehidupan budaya di distrik bersejarah Singapura.
"Kami mendorong bisnis warisan budaya untuk menghubungi lembaga-lembaga terkait jika mereka membutuhkan bantuan, dan akan terus melibatkan para pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa langkah-langkah dukungan tetap responsif terhadap kebutuhan mereka," papar URA.
Sementara itu, Iszahar Tambunan, pemilik Sabar Menanti, sebuah warung nasi padang di dekat Warong Nasi Pariaman, mengatakan keluarganya mengalami kenaikan sewa lebih dari tiga kali lipat selama 10 tahun terakhir.
Dengan harga sepiring nasi padang sekitar S$10, ia mengaku tidak bisa menaikkan harga hingga tiga kali lipat.
(hsy/hsy)[Gambas:Video CNBC]