Influencer China Ubah Tradisi Sembelih Babi Jadi Jimat Keberuntungan

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 12:35 WIB
Foto: Ilustrasi babi (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang wanita muda berusia 23 tahun asal Chongqing, China mencuri perhatian jutaan pasang mata usai mengubah tanah pekarangan rumahnya menjadi pusat perayaan tradisi yang dianggap membawa keberuntungan.

Mengutip South China Morning Post, gumpalan tanah yang digali dari depan rumahnya di pedesaan China dijual hingga 18 yuan (Rp 50 ribu) per gram sebagai jimat keberuntungan.

Semuanya bermula pada 9 Januari lalu, saat wanita bernama Daidai mengunggah sebuah undangan daring yang tidak biasa. Ia mengajak pengikutnya dan warga sekitar untuk membantunya menyembelih dua ekor babi besar.


Prosesi ini bukanlah sekadar menyembelih hewan ternak biasa, melainkan persiapan untuk Pesta Daging Babi Tradisional (dikenal sebagai Sha Zhu Fan), sebuah ritual syukur di budaya pedesaan China. Acara tersebut berlangsung pada tanggal 11 Januari dan menarik lebih dari 1.000 pengunjung.

Dia memasak 500 kg beras untuk para tamu. Pemerintah setempat pun membawa tiga ekor babi lagi agar para tamu yang antusias dapat merasakan tradisi tersebut.

Daidai berhasil mengumpulkan lebih dari dua juta pengikut di akun media sosialnya. Siaran langsungnya dilaporkan menghasilkan enam juta yuan (Rp 14,4 miliar) dalam tiga hari. Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah gempuran teknologi, banyak orang masih menganggap tanah kelahiran dan tradisi leluhur sebagai sumber kekuatan dan keberuntungan hidup.

Sementara itu, di platform e-commerce barang bekas China, gumpalan tanah dari depan rumahDaidai dijual dengan harga 66,66 yuan hingga 888 yuan (Rp 170 ribu dan Rp 2,2 juta) per 50 gram.  Angka 6 dan 8 sering digunakan dalam harga karena merupakan angka keberuntungan dalam budaya China.

Beberapa penjual mengklaim bahwa mereka adalah tetangga Daidai dan bahwa tanah tersebut telah disentuh dan disucikan oleh Daidai sendiri.

Barang tersebut diberi label sebagai tanah kemakmuran dan tanah keberuntungan yang dapat membantu pembeli mendapatkan kekayaan seperti Daidai.

Para penjual juga berjanji akan merekam video diri mereka sendiri menggali tanah dari lahan Daidai untuk membuktikan keaslian produk tersebut.

Setelah ketenaran Daidai yang mendadak di internet, banyak orang lain juga menyelenggarakan acara penyembelihan babi tiruan dan mengundang orang asing di internet untuk ikut serta. Salah satu acara yang diadakan di provinsi Jiangxi, China timur, menarik 40.000 pengunjung yang dilaporkan berebut makanan dan menimbulkan kerusuhan.

Seorang wanita lain dari provinsi Hunan di China tengah juga mengundang orang-orang untuk menghadiri acara penyembelihan babi dan pesta daging babi yang diadakannya.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sasar Usia 20-an, Kosmetik Lokal Andalkan Produk Clean Beauty