Mahalnya Punya Bayi di Jakarta, Jasa Nanny Newborn Rp16 Juta Sebulan!
Jakarta, CNBC Indonesia - Kehadiran bayi baru lahir sering kali dibayangkan hanya seputar menyusu dan tidur. Namun bagi banyak orang tua baru, terutama ibu yang baru melahirkan, fase newborn justru menjadi salah satu periode paling menantang, baik secara fisik, emosional, maupun finansial.
Untuk mendampingi para ibu menjalani fase yang mengubah hidup ini, tak heran banyak dari mereka menggunakan jasa perawat bayi atau nanny newborn. Di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, biaya perawatan bayi baru lahir ternyata bisa menembus belasan juta rupiah per bulan.
Bagi pasangan muda kelas menengah di Jakarta, biaya pengasuhan di bulan-bulan pertama kelahiran telah menjadi pos pengeluaran terbesar, bahkan melampaui cicilan hunian atau biaya hidup harian.
Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia dari berbagai daftar harga jasa perawatan bayi dan percakapan di media sosial, biaya merawat newborn dapat dibagi dalam beberapa kategori.
Untuk layanan harian atau paket singkat, harga perawatan bayi baru lahir umumnya berkisar Rp250 ribu hingga Rp700 ribu per hari. Layanan ini biasanya mencakup memandikan bayi, perawatan tali pusar, pijat bayi ringan, hingga edukasi dasar untuk orang tua. Sementara itu, paket mingguan berada di rentang Rp1,3 juta hingga Rp2,5 juta, tergantung frekuensi kunjungan dan layanan tambahan seperti pijat nifas ibu atau pendampingan laktasi.
Adapun untuk paket bulanan, biaya yang perlu disiapkan jauh lebih besar. Jasa nanny atau perawat untuk newborn dengan durasi 30 hari bisa dibanderol mulai Rp4 juta hingga Rp16 juta, bahkan bisa lebih mahal untuk jam kerja panjang, layanan khusus, atau periode libur panjang seperti Lebaran. Di luar itu, biasanya masih ada biaya transportasi yang ditanggung keluarga hingga biaya administrasi yayasan.
Perbedaan harga juga dipengaruhi oleh apakah perawat fokus pada bayi saja, atau sekaligus membantu perawatan ibu pascamelahirkan. Ada juga yang khusus menawarkan jasa bidan pasca melahirkan, tentu dengan harga yang lebih mahal.
"Kami membayar Rp15 juta per bulan untuk bidan pendamping selama tiga bulan pertama. Memang sangat mahal, hampir dua kali lipat gaji manajer menengah, tapi demi keamanan bayi dan kesehatan mental istri, kami terpaksa memangkas tabungan lain," ujar Andre (32), seorang karyawan swasta di kawasan Sudirman.
Di balik biaya yang tidak sedikit, banyak orang tua menilai perawatan newborn bukan sekadar bantuan fisik, tetapi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.
Pengalaman para ibu baru yang dibagikan di Threads menunjukkan masa newborn jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan. Bukan hanya soal mengganti popok atau menenangkan tangisan, tetapi juga stimulasi dini yang berperan besar dalam perkembangan otak dan emosi bayi. Karena alasan ini, banyak pasangan muda yang akhirnya rela membayar mahal demi menggunakan jasa perawat bayi baru lahir.
(Linda Hasibuan/hsy)[Gambas:Video CNBC]