Palsu! Waspada-Hindari Punya Teman Seperti Ini, Cek Ciri-cirinya

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Sabtu, 24/01/2026 11:30 WIB
Foto: Alexis Brown via Unsplash
Dafar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian orang tampak suportif dalam pertemanan, namun ternyata menyimpan niat berbeda. Fenomena ini membuat seseorang seolah memiliki support system, tetapi sebenarnya justru sebaliknya.

Tidak semua orang dalam lingkaran pertemanan bersikap tulus. Sebagian justru menunjukkan sikap iri, meremehkan keberhasilan, hingga merasa senang ketika orang lain mengalami kesulitan.

Berikut ciri-ciri orang yang terlihat suportif tetapi sesungguhnya ingin Anda gagal, dikutip dari Beautynesia, Sabtu (24/1/2026).


1. Pujian terselubung

Salah satu cirinya adalah memberikan pujian terselubung atau backhanded compliment, yaitu komentar yang terdengar positif tetapi mengandung sindiran. Contohnya, ketika seseorang berhasil diterima kerja, teman tersebut "memuji" dengan menyinggung koneksi orang dalam atau keberuntungan, bukan prestasi.

2. Tidak menunjukkan antusiasme

Teman yang benar-benar suportif akan menunjukkan ketertarikan dan respons positif saat Anda bercerita. Sebaliknya, teman palsu tampak cuek, tidak fokus, hingga sibuk dengan ponsel meski Anda sedang membutuhkan dukungan.

3. Suka membandingkan

Ciri berikutnya adalah sering membandingkan pencapaian Anda dengan orang lain. Ketika Anda berhasil, ia langsung menonjolkan prestasi pihak lain agar pencapaian Anda terkesan biasa saja. Ini merupakan cara halus meremehkan dan membuat Anda merasa tertinggal.

4. Senang saat Anda gagal

Orang yang pura-pura mendukung cenderung terlihat senang saat Anda mengalami kesulitan. Semakin terpuruk, semakin nyaman mereka. Meski mungkin tetap memberi "semangat", dukungan tersebut terasa tidak tulus.

5. Tidak hadir saat dibutuhkan

Hubungan pertemanan yang sehat ditandai saling mendukung. Namun, pada kasus ini, teman yang bersangkutan jarang hadir saat Anda membutuhkan bantuan. Anda selalu tersedia bagi mereka, tetapi hal tersebut tidak pernah berlaku sebaliknya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa lingkungan pertemanan tidak selalu memberikan dukungan nyata. Mengenali ciri-ciri tersebut dapat membantu individu menjaga kesehatan mental dan memilih support system yang benar-benar tulus.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Emas Cetak Rekor, Logam Mulia-Perhiasan Emas Jadi Buruan