Sering Marathon Netflix? Studi Bilang Anda Cenderung Kesepian
Jakarta, CNBC Indonesia - Binge-watching atau marathon serial di platform streaming seperti Netflix bisa jadi aktivitas menyenangkan saat libur. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang kerap marathon nonton seperti itu cenderung mengalami kesepian.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menemukan hubungan antara kesepian dan kecanduan menonton serial TV secara berlebihan. Hubungan ini menunjukkan bahwa sebagian orang mungkin menggunakan serial televisi untuk mengatasi rasa kesepian.
Mengutip Euro News, para peneliti Xiaofan Yue dan Xin Cui dari Universitas Huangshan di China menganalisis tanggapan survei dari 551 orang dewasa yang merupakan konsumen TV berat. Semua peserta menonton TV setidaknya 3,5 jam per hari dan lebih dari empat episode per minggu.
Lebih dari 6 dari 10 peserta (334 orang) memenuhi kriteria kecanduan menonton serial TV secara berlebihan, yang meliputi "mengalami obsesi, peningkatan konsumsi TV, dan dampak negatif pada kehidupan sehari-hari", seperti pada pekerjaan atau hubungan.
Di antara kelompok ini, tingkat kesepian yang lebih tinggi secara signifikan terkait dengan kecanduan menonton serial TV secara berlebihan yang lebih parah. Hubungan ini tidak ditemukan di antara penonton berat yang tidak memenuhi kriteria kecanduan. Hal ini menunjukkan bahwa kecanduan menonton serial TV secara berlebihan mungkin didorong oleh faktor psikologis yang berbeda.
Hubungan antara menonton serial TV secara maraton dan risiko kesepian
Para ahli juga meneliti hubuangan antara kebiasaan menonton serial TV secara maraton dan kesepian. Ternyata hal ini terkait erat dengan dua faktor utama: pelarian dari kenyataan dan "peningkatan emosional."Ini menunjukkan bahwa orang yang merasa kesepian mungkin beralih ke TV, baik untuk menghindari emosi negatif maupun untuk mencari kenyamanan atau kesenangan.
Studi sebelumnya mengaitkan kesepian dengan tekanan mental, kesejahteraan mental yang lebih buruk, kesehatan fisik yang lebih buruk, dan kualitas hidup yang lebih rendah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa kesepian memengaruhi 16 persen orang di seluruh dunia, dan memandang rasa kesepian sebagai "ancaman serius bagi kesehatan global".
Isolasi sosial dan kesepian juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, depresi, dan kecemasan yang lebih tinggi, menurut WHO.
(hsy/hsy)