Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Halimatus Sadiyah,  CNBC Indonesia
14 January 2026 14:37
Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat tiba di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat tiba di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming membatalkan jadwal kunjungan kerjanya di Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan secara mendadak pada Rabu (14/1/2026). Ancaman keamanan menjadi alasan di balik keputusan ini.

Wapres beserta rombongan sebenarnya sudah berada di dalam pesawat Hercules di Bandara Wamena sekitar pukul 10.20 WIT. Salah satu agenda kerjanya di Yahukimo adalah mengunjungi rumah sakit umum daerah setempat. Saat semua penumpang sudah duduk dan bagasi sudah tertata, Tim Keamanan Wapres memutuskan pesawat berbalik arah ke Pangkalan TNI AU Manuhua di Biak, Papua. Kunjungan kerja Wapres ke Yahukimo pun dibatalkan pada detik-detik terakhir.

Pangdam Cendrawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim menjelaskan ada ancaman keamanan yang membuat kunjungan Wapres harus dijadwalkan ulang.

"Melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wapres untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo.
Kami menyarankan untuk dilakukan penjadwalan kembali," ujarnya, didampingi Kepala Satuan TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, saat memberikan keterangan pada wartawan.

"Dari pertimbangan intelijen, kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP tentunya sangat tidak memungkinkan," tambahnya.

Meski tidak disebut secara spesifik jenis ancaman keamanan yang dimaksud, CNBC Indonesia mendengar kabar bahwa ada kontak senjata di Bandara Yahukimo. Kelompok yang diduga Organisasi Papua Merdeka (OPM) menembaki pesawat militer dan sipil pada pagi hari sebelum kedatangan Wapres.

Yahukimo, yang dikelilingi pegunungan hijau Papua, dikenal sebagai daerah rawan kontak senjata. Bahkan OPM Yahukimo pernah mendeklarasikan siap perang melawan militer Indonesia.

Sepanjang 2025 saja, kelompok yang berafiliasi dengan OPM mengaku telah melakukan aksi di wilayah Komando Daerah Yahukimo, seperti serangan terhadap pendulang emas, guru, dan warga sipil.

(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Saat Wapres Gibran Merapikan Dasi Siswa Sekolah Rakyat


Most Popular
Features