8 Photos
Momen Wapres Gibran Cek Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Wamena
Wapres Gibran meninjau program Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Wamena. Siswa mendapat menu lengkap senilai Rp35.000 per porsi dan berharap variasi menu.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan nilai satu porsi MBG di Papua Pegunungan sekitar Rp35.000. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di SMAN 1 Wamena, para murid menerima paket makan siang di nampan stainless steel yang berisi nasi, daging empal, tahu, tumis wortel dan kol, serta satu potong melon. (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Wapres Gibran yang memantau langsung pelaksanaan MBG berdialog dengan siswa terkait program tersebut. "Bagaimana dagingnya? Keras enggak?," tanyanya. (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Dorfannia, siswa kelas 11 SMAN 1 Wamena, berharap MBG dapat memenuhi kebutuhan gizi para murid yang seringkali pergi ke sekolah tanpa makan dan membawa uang jajan. Meski begitu, dia juga berharap agar menu MBG dapat dibuat lebih variatif. "Supaya menunya sering ganti ya, jadi tidak itu-itu saja," ujarnya saat berbincang dengan CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Kepala SMA Negeri 1 Wamena, Yosep Suryo Wibisono, menyampaikan bahwa program MBG telah dilaksanakan sejak awal pencanangan oleh Presiden Prabowo Subianto dan secara umum mendapat respons positif dari para siswa. Meski begitu, ia juga mengakui masih ada sebagian kecil siswa belum mengikuti MBG karena kekhawatiran orang tua. Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan bersama untuk terus membangun kepercayaan masyarakat. (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Program MBG di Papua Pegunungan resmi diluncurkan pada 17 Maret 2025 di Kabupaten Jayawijaya dan menjangkau sekitar 3.500 siswa dari kurang lebih 20 sekolah di Distrik Wamena. Hingga saat ini sudah ada lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi untuk mendukung program tersebut. (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)