Polisi Temukan 100 Tengkorak dalam Kasus Penjarahan Kuburan
Jakarta, CNBC Indonesia - Aparat kepolisian Amerika Serikat mengungkap kasus penjarahan kuburan setelah menemukan sekitar 100 tengkorak manusia dan berbagai bagian tubuh yang sudah menjadi mumi di sebuah rumah di negara bagian Pennsylvania.
Kasus ini terungkap setelah polisi melihat tulang dan tengkorak di kursi belakang sebuah mobil di dekat pemakaman terbengkalai di pinggiran kota Philadelphia. Penyelidikan tersebut mengarah ke Jonathan Christ Gerlach (34 tahun), pria yang kini didakwa mencuri sekitar 100 set jenazah manusia dari Pemakaman Mount Moriah.
Polisi menyebut penyelidikan ini merupakan hasil dari investigasi selama satu bulan terhadap serangkaian pembobolan makam di Mount Moriah Cemetery. Pemakaman itu adalah pemakaman bersejarah yang berdiri sejak 1855 dan dikenal sebagai salah satu kompleks pemakaman terbengkalai terbesar di Amerika Serikat dengan sekitar 150.000 makam.
Sejak awal November, setidaknya 26 makam, mausoleum, dan ruang bawah tanah di lokasi tersebut telah dibobol. Banyak ruang makam yang dirusak dan dibuka paksa demi mengambil sisa-sisa jenazah di dalamnya.
Saat menggeledah rumah dan unit penyimpanan milik Gerlach di kota Ephrata, penyidik menemukan lebih dari 100 tengkorak, tulang panjang, tangan dan kaki yang termumifikasi, dua torso dalam kondisi membusuk, serta berbagai artefak dari makam seperti perhiasan. Dalam salah satu temuan, bahkan alat pacu jantung masih menempel pada sisa jenazah.
"Keadaan mayat-mayat itu beragam. Beberapa dalam kondisi tergantung, ada yang disusun, dan ada pula tengkorak yang hanya diletakkan di rak," ujar Jaksa Wilayah Delaware County, Tanner Rouse dikutip CNN, Senin (12/1/2026).
Gerlach ditangkap saat kembali ke mobilnya dengan membawa linggis. Polisi juga menemukan sebuah karung goni berisi sisa jenazah dua anak kecil yang termumifikasi, tiga tengkorak, dan tulang lainnya. Kepada penyidik, Gerlach mengaku telah mencuri sekitar 30 set jenazah dan menunjukkan lokasi makam yang dibobol.
Atas perbuatannya, Gerlach didakwa dengan 100 tuduhan penyalahgunaan jenazah dan penerimaan barang curian, serta berbagai dakwaan lain termasuk perusakan situs bersejarah, penodaan tempat pemakaman, pembobolan, dan pencurian. Ia kini ditahan dengan jaminan US$1 juta.
Pihak berwenang menyatakan masih menyelidiki motif di balik kejahatan tersebut dan berupaya mengidentifikasi seluruh korban untuk mengembalikan jenazah kepada lokasi peristirahatan yang layak.
(hsy/hsy)