6 Tanda Anda Terlalu Sering Keramas Menurut Ahli
Jakarta, CNBC Indonesia - Keramas adalah bagian penting dari merawat kebersihan diri. Namun, terlalu sering keramas juga tidak baik, bahkan bisa merusak rambut.
Mengutip Very Well Health, tidak ada aturan baku seberapa sering kita harus mencuci rambut, karena hal tersebut bisa bergantung banyak faktor, mulai dari jenis rambut, panjang rambut hingga aktivitas harian. Dokter kulit biasanya merekomendasikan keramas begitu rambut terasa kotor atau berminyak.
Jika Anda tidak keramas, sebum akan menumpuk dan membuat kepala terasa berat. Ketika terpapar permukaan kulit kepala, sebum akan mengalami perubahan kimiawi yang dapat mengiritasi kulit kepala.
Selain sebum, sel kulit mati, produk perawatan rambut, dan partikel seperti debu dan serbuk sari dapat menumpuk di kulit kepala.
Mikroba di kulit kepala menggunakan zat-zat ini untuk nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba yang berlebihan dan kondisi seperti ketombe dan dermatitis seboroik (kulit bersisik yang memengaruhi area di luar kulit kepala).
Sementara, jika terlalu sering keramas, rambut dan kulit kepala Anda bisa rusak.
Berikut adalah tanda-tanda Anda terlalu sering keramas:
- Rambut rapuh
- Ketombe
- Rambut kering dan kasar
- Rambut patah
- Kulit kepala gatal
- Kulit kepala kering
Saat keramas, oleskan sampo ke seluruh kulit kepala hingga mengeluarkan busa. Pijat sampo ke akar rambut, dan jangan oleskan ke ujung rambut. Saat membilas, sampo akan membersihkan seluruh panjang rambut Anda.
(hsy/hsy)