Suka Main Golf? Jangan Biarkan Nyeri Sendi Berujung Cedera
Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun Baru 2026 disambut oleh banyak golfer dengan kembali aktif ke lapangan sebagai bagian dari resolusi hidup lebih sehat dan bugar. Golf menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan untuk memulai tahun dengan energi positif.
Namun, setelah jeda aktivitas selama liburan, peningkatan intensitas bermain yang terlalu cepat dapat membuat otot dan sendi belum sepenuhnya siap. Kondisi ini kerap memicu nyeri, bahkan meningkatkan risiko cedera jika tidak ditangani dengan tepat sejak awal.
dr. Jafri Hasan, Sp.OT, Subsp.CO (K) di Mayapada Hospital Kuningan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai jenis cedera, seperti keseleo, strain, patah tulang, dislokasi, serta cedera pada area bahu, siku, pinggang, paha, lutut, betis, dan pergelangan kaki.
"Di awal tahun, banyak golfer langsung meningkatkan frekuensi bermain tanpa persiapan yang cukup. Kondisi ini membuat otot dan sendi lebih rentan mengalami cedera. Karena itu, penting untuk mengenali tanda awal cedera dan melakukan penanganan yang tepat sejak awal," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (2/1/2025).
Sebagai langkah awal penanganan, metode PRICE kerap dianjurkan. Metode ini meliputi lima tahap yaitu, Protection dengan melindungi area cedera menggunakan bidai atau penyangga, Rest dengan menghentikan aktivitas fisik sementara, Ice melalui kompres es selama 15-20 menit setiap 2-3 jam, Compression menggunakan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan, serta Elevation dengan mengangkat area cedera lebih tinggi dari posisi jantung saat beristirahat.
"Metode PRICE efektif sebagai pertolongan pertama. Namun, bila nyeri dan bengkak semakin berat, terjadi perubahan bentuk sendi, atau aktivitas menjadi terbatas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut," tambah dr. Jafri.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, dr. Zeth Boroh, Sp.KO di Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan bahwa pada tahap lanjutan, imobilisasi atau pembatasan gerak pada area yang cedera kerap dilakukan untuk mencegah perburukan cedera.
"Penanganan lanjutan umumnya meliputi pembatasan gerak dengan perban elastis atau light brace, serta fisioterapi dan rehabilitasi melalui latihan khusus. Pendekatan ini bertujuan mempercepat pemulihan, mengembalikan fungsi sendi dan otot, sekaligus mempersiapkan pasien agar dapat kembali berolahraga dengan aman," jelasnya.
Pada kondisi yang lebih serius, tindakan operatif mungkin diperlukan. Salah satu metode yang umum digunakan adalah Arthroscopy, yaitu teknik minimal invasif untuk diagnosis dan penanganan masalah di dalam sendi.
"Arthroscopy memungkinkan penanganan cedera sendi melalui sayatan minimal, nyeri yang lebih ringan, serta proses pemulihan yang lebih cepat. Tindakan ini dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh dan indikasi medis yang jelas," tambahnya.
Sebagai wujud dukungan terhadap dunia olahraga, Mayapada Hospital juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan golf. Dukungan tersebut diberikan melalui penyediaan tim medis dengan layanan sports physiotherapy dan ambulans siaga, serta berbagai layanan kesehatan pendukung seperti pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), skrining risiko diabetes berbasis AI, analisis kekuatan dan genggaman tangan (strength pull and grip analysis), pemeriksaan postur tubuh (postural screening), serta pengukuran indeks massa tubuh bagi para golfer.
Sejalan dengan upaya tersebut, bagi Anda yang ingin menjaga kebugaran tubuh, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan komprehensif mulai dari skrining, pencegahan dan penanganan cedera, hingga peningkatan performa untuk beraktivitas lebih optimal, yang didukung fasilitas lengkap seperti gym, VO₂ Max dan Body Composition Analysis.
Informasi lengkap seputar layanan kesehatan di Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui aplikasi MyCare dengan mengunjungi fitur Health Articles & Tips. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau kebugaran, seperti langkah kaki, detak jantung, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
(dpu/dpu)