CNBC Insight

Ibu Negara China Ternyata Orang Semarang, Tak Banyak Orang Tahu

MFakhriansyah, CNBC Indonesia
Sabtu, 29/11/2025 16:30 WIB
Foto: Oei Hui-lan. (Dok. tuguhotels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak banyak publik mengetahui bahwa China pernah memiliki seorang ibu negara yang berasal dari Indonesia. Sosok tersebut adalah Oei Hui-lan, perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah, yang lahir pada 21 Desember 1889.

Oei Hui-lan merupakan putri dari konglomerat gula Oei Tiong Ham dan Goei Bing Nio. Ayahnya dikenal sebagai pengusaha besar kelahiran Semarang yang dijuluki "Raja Gula Dunia" dengan kekayaan mencapai 200 juta gulden, setara sekitar Rp44 triliun saat ini. Sejak kecil, Oei tumbuh dalam lingkungan serba berlimpah-rumah keluarga di Semarang berdiri di lahan seluas 80 hektare, lengkap dengan villa serta paviliun pribadi.


Dalam memoarnya Oei Hui Lan: Kisah Putri Sang Raja Gula dari Semarang, ia menggambarkan masa kecil yang penuh kemewahan. Setiap ulang tahun, ayahnya menyelenggarakan pesta besar dengan dekorasi megah serta hiburan kelas atas. "Ayah menginginkan pesta ulang tahun saya menjadi sangat istimewa. Berapapun biayanya, tidak masalah baginya," kenang Oei Hui-lan.

Gaya hidupnya pun serba mudah. Ia tidak perlu melakukan pekerjaan rumah, karena keluarga memiliki banyak pembantu dan koki. Jika jenuh, ia cukup memilih lokasi mana pun untuk berlibur, sehingga membuatnya memiliki jaringan pertemanan luas hingga ke berbagai negara, termasuk keluarga bangsawan Inggris.

Jaringan global inilah yang mempertemukannya dengan Wellington Koo, diplomat terkemuka China. Pertemuan pertama keduanya terjadi di London pada awal 1920-an. Kala itu Oei Hui-lan sudah berstatus janda dan tinggal bersama ibunya, sementara Koo merupakan pejabat penting yang mewakili China di dunia internasional.

Dalam Makers of the Modern World: Wellington Koo (2008), disebutkan bahwa Koo berperan besar dalam diplomasi China dan menjadi salah satu tokoh pembentuk Liga Bangsa-Bangsa. Hubungan mereka berkembang hingga akhirnya menikah di Brussel pada 1921.

Setahun setelah pernikahan, karier Koo meningkat menjadi Menteri Luar Negeri sekaligus Menteri Keuangan. Oei Hui-lan pun resmi menyandang status sebagai istri pejabat tinggi. Puncak posisi itu terjadi pada 1926, ketika Koo ditunjuk sebagai pelaksana tugas Presiden Republik China pasca wafatnya Sun Yat-sen. Pada periode inilah Oei Hui-lan menjalankan peran sebagai ibu negara.

Ia kerap mendampingi suaminya dalam berbagai perjalanan diplomasi dan pertemuan penting dunia. Oei menggambarkan bagaimana Koo berupaya menjaga keberadaan Republik China dengan menjalin dukungan internasional, sementara dirinya selalu hadir sebagai pendamping.

Setelah masa jabatan itu berakhir pada 1927, keduanya tinggal berpindah-pindah antara Shanghai, Paris, dan London. Namun hubungan rumah tangga mereka tidak bertahan lama; Oei Hui-lan bercerai dari Wellington Koo pada 1958. Setelah perceraian, ia menetap di New York dan membesarkan ketiga anaknya.

Meski telah menetap di luar negeri, Oei Hui-lan tidak sepenuhnya meninggalkan Indonesia. Dalam paparan Sam Setyautama dalam Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia (2009), ia tercatat pernah menjalankan bisnis kapal, tembakau, dan sepeda di Indonesia pada 1986-meski seluruhnya tidak berhasil.

Kiprah perempuan Semarang yang pernah menjadi ibu negara China itu berakhir pada 1992 ketika ia meninggal dunia di New York, kota yang berjarak puluhan ribu kilometer dari tanah kelahirannya.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pawai Balon Raksasa Spidermen hingga SpongeBob Penuhi New York