Asam Urat Makin Nyeri Saat Udara Dingin, Mitos atau Fakta?

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
12 January 2023 16:05
Ilustrasi asam urat (Photo by Imani Bahati on Unsplash) Foto: Ilustrasi (Photo by Imani Bahati on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian pengidap asam urat mengaku penyakitnya lebih sering kambuh saat musim hujan di mana temperatur udara lebih rendah. Benarkah demikian?

Secara teori, cuaca panas lebih mungkin menjadi pemicu asam urat. 

Sebab, ketika cuaca panas, Anda lebih mungkin berkeringat dan mengalami dehidrasi. Kondisi ini diyakini membuat kristal asam urat semakin terkonsentrasi dalam cairan sendi.

Profesor kedokteran klinis di Weill Cornell Medical College di New York City, dokter Theodore Fields, menjelaskan bahwa asam urat lebih jarang terjadi di iklim yang lebih dingin. Selain itu, tangan juga cenderung memiliki suhu yang lebih rendah, tetapi kecil kemungkinannya untuk mengalami nyeri asam urat.

Sementara itu, mengutip Health, cuaca panas dan kelembapan rendah sama-sama meningkatkan risiko serangan asam urat. Kelembaban yang sangat tinggi juga dapat meningkatkan risiko asam urat, tetapi pada tingkat yang lebih rendah.

Alasan pasti di balik hubungan tersebut belum sepenuhnya diketahui, tetapi para ahli meyakini hal tersebut berkaitan dengan dehidrasi. 

Intinya, jika menderita asam urat, Anda harus tetap terhidrasi untuk mencegah serangan asam urat yang berhubungan dengan cuaca saat berada di lingkungan yang panas atau kering.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jangan Dimakan! 5 Sayuran Ini Bisa Bikin Asam Urat Kambuh


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading