Jangan Katakan 6 Hal Ini Kalau Tak Mau Dicap Sombong & Arogan

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
25 November 2022 11:50
Ilustrasi pekerja Foto: Brooke Cagle via Unsplash

Jakarta, CNBC Indonesia - Cara berkomunikasi sedikit banyak menggambarkan kepribadian seseorang. Anda mungkin pernah memiliki lawan bicara yang hobi membicarakan kehebatan dirinya sendiri. Dari gaya komunikasinya, Anda mungkin akan langsung menyimpulkan bahwa dia adalah seseorang yang narsis.

Pakar komunikasi yang juga host podcast "You're Saying It Wrong," Kathy Petras dan Ross Petras, menemukan cara untuk membedakan antara terlihat percaya diri dan menyombongkan diri. 

Berikut adalah sejumlah frasa yang harus dihindari jika Anda tak ingin terdengar angkuh dan narsis, menurut pakar perilaku dan psikolog, seperti dikutip dari CNBC Make It:

1. "Saya bukan mau menyombong, tapi ..."

Kalau Anda memang tidak bermaksud menyombongkan diri, maka jangan lakukan itu. Orang yang menggunakan kalimat ini secara otomatis memberi isyarat bahwa mereka akan menyombongkan diri. 

Selain itu, menyombongkan diri adalah salah satu ciri perilaku narsistik.

2. "Saya sudah tahu itu ..." atau "Semua orang sudah tahu itu."

Anda mungkin berpikir bahwa kalimat seperti ini membuat Anda terdengar pintar, tetapi sebenarnya frasa tersebut meremehkan dan terdengar arogan.

Untuk menanggapi penjelasan seseorang, ucapkan kalimat sederhana seperti "terima kasih" atau "ya" agar terdengar lebih sopan.

3. "Jangan tersinggung, tapi...."

Kalimat seperti ini berpotensi memicu percakapan yang canggung, atau bahkan permusuhan dengan lawa bicara. Sebab, Anda secara terang-terangan menunjukkan akan mengatakan sesuatu yang bisa menyinggung perasaan seseorang.

Menggunakan kalimat seperti itu mengindikasikan bahwa seolah Anda memiliki wewenang untuk mengkritik orang lain.

4. Terlalu sering mengucapkan "aku atau saya" 

Saat orang mendengar banyak kata "aku" dan "saya", ada kemungkinan besar mereka menganggap Anda egois atau narsistik.

Penelitian menunjukkan bahwa orang merasa lebih positif terhadap orang lain yang menggunakan kata inklusif seperti "kami" dan "tim kami". Saat menulis email atau pesan teks, periksa berapa banyak kalimat Anda yang dimulai dengan "Saya."

5. "Ini gambang banget, kenapa kamu tidak bisa?"

Mungkin Anda benar-benar terkejut bahwa seseorang tidak dapat melakukan atau memahami sesuatu yang menurut Anda sangat mudah. Tetapi mengatakannya dengan lantang hanya membuat Anda terdengar seperti orang yang arogan.

6. "Kamu mungkin enggak tahu ini, tapi ... "

Ungkapan ini bisa dibilang membuat jengkel pendengarnya. Sebab, Anda meremehkan pengetahuan atau kemampuan orang lain.

Jika Anda ingin berbagi informasi, bagikan saja tanpa harus membuat jengkel orang lain.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

3 Tipe Narsisme Menurut Ahli Psikologi, Ada yang Mirip Kamu?


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading