Ini Negara dengan Nilai IQ Tertinggi dan Terendah di Dunia

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
25 August 2022 09:15
Ilustrasi IQ (Pixabay) Foto: Ilustrasi IQ (Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - IQ atau intelligence quotient adalah skor dari tes yang dirancang untuk mengukur kecerdasan dan potensi intelektual manusia. Tes IQ mencakup berbagai pertanyaan yang mengukur kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.

Skor IQ sering digunakan untuk penempatan untuk sekolah atau untuk mengevaluasi seseorang yang cacat mental. Selai itu, terkadang skor IQ juga digunakan sebagai bagian dari lamaran pekerjaan.

Namun, perlu diketahui, tes IQ yang tinggi bukan satu-satunya alat ukur kecerdasan. Sebab, kecerdasan ada banyak macamnya. Pada 1980-an, psikolog Howard Gardener mengidentifikasi sembilan jenis kecerdasan, antara lain kecerdasan spasial, musikal, interpersonal, dan linguistik.

Berapa skor IQ rata-rata manusia?

Mengutip Healthline, tes IQ memiliki skor rata-rata 100. Kebanyakan orang (sekitar 68 persen) memiliki IQ antara 85 dan 115. Hanya sebagian kecil orang yang memiliki IQ sangat rendah (di bawah 70) atau IQ sangat tinggi (di atas 130).

Menurut hasil penelitian Lynn dan Meisenberg, misalnya, dari 108 negara, Amerika Serikat menempati urutan ke-24 dalam peringkat IQ secara global (bersama Australia, Republik Ceko, Denmark, Prancis, Latvia, dan Spanyol) dengan rata-rata IQ 98.

Berikut adalah 10 negara teratas berdasarkan IQ rata-rata:

1. Hongkong (108)

2. Singapura (108)

3. Korea Selatan (106)

4. Cina (105)

5. Jepang (105)

6. Taiwan (105)

7. Islandia (101)

8. Makau (101)

9. Swiss (101)

10. Austria (serta Liechtenstein, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Inggris) (100)

Menurut penelitian yang sama, 10 negara terbawah berdasarkan IQ rata-rata adalah:

93. Kenya (serta Namibia, Afrika Selatan, Tanzania) (72)

94. Zimbabwe (72)

95. Botswana (71)

96. Ghana (71)

97. Zambia (71)

98. Nigeria (69)

99. Swaziland (68)

100. Lesotho (67)

101. Mozambik (64)

102. Malawi (60)

Meski demikian, perlu dicatat bahwa studi yang digunakan untuk mendukung data tersebut masih kontroversial. Penyebabnya karena kemungkinan peneliti hanya mempertimbangkan kelompok populasi tertentu atau ukuran sampel kecil per negara.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Anak Anda Punya IQ Superior? Begini Cara Mendidiknya


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading