Cara Mudah Bedakan Anda Terinfeksi Covid BA.4 atau BA.5

Lifestyle - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
07 August 2022 10:30
Mural Covid-19 di Tengah PPKM Mikro (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Mural Covid-19 di Tengah PPKM Mikro (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Omicron memiliki sub-varian BA.4 dan BA.5 dan menjadi varian paling baru yang diduga menjadi penyebab lonjakan kasus harian di Indonesia. Namun apa perbedaan keduanya?

Mengacu pada data di negara lain seperti Portugal, epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan pasien yang terinfeksi kedua sub-varian tersebut dan belum divaksinasi dosis lengkap akan mengalami gejala mirip seperti varian Delta. Salah satunya adalah kehilangan kemampuan mencium bau atau anosmia.

"Ada kehilangan penciuman, rasa lelah. Pada kasus yang berat bisa seperti Delta mengalami harus ke rumah sakit," ujarnya.


Hal ini terjadi karena gejala tersebut mengadopsi dua varian yakni Delta dan juga Omicron. Dicky menjelaskan kombinasinya adalah cepat dan mudah menginfeksi baik yang sudah vaksinasi ataupun belum.

"BA.4 dan BA.5 ini dia memiliki karakter yang kombinasi antara kecepatan menginfeksi yang diwarisi dari Omicron, [yaitu] cepat dan mudah menginfeksi baik yang belum atau sudah divaksinasi, bahkan jauh lebih efektif sekarang," kata Dicky.

Ahli penyakit dalam dari RSPI Sulianti Saroso, Adria Rusli mengatakan masa inkubasi BA.4 dan BA.5 lebih cepat dari varian Omicron asli atau BA.1 dan Delta.

Pasien yang terinfeksi sub-varian ini akan mengalami gejala batuk hingga sakit menelan dalam waktu dua hingga tiga hari. Ini jauh lebih cepat dari Omicron dan Delta yang sampai 5-7 hari.

Sementara itu gejala Omicron dan flu memang sangat mirip. Namun Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan menjelaskan flu jarang disertai nyeri tenggorokan atau tenggorokan gatal namun akan ditemui pada Omicron.

Menurutnya gejala yang ditemui pada Omicron adalah hidung tersumbat atau rinore, batuk, nyeri tenggorokan, terutama tenggorokan gatal. "Memang sedikit mirip dengan [gejala] flu," ujarnya dalam Seminar Daring berjudul Super-immunity and Implication on New Variant of Covid-19, beberapa waktu lalu.

"Namun jarang flu biasa itu nyeri tenggorokan dan jarang tenggorokan gatal, flu biasanya adalah pilek dan kadang-kadang disertai batuk."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Riset Sebut Orang Alergi Makanan Aman dari Covid, Kok Bisa?


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading