Jangan Sampai Kena, Ini Ciri Penyakit Jantung di Usia Muda

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
20 July 2022 10:55
Infografis/Waspada Masalah Jantung Setelah Pulih COVID-19/Aristya Rahadian Foto: Infografis/Waspada Masalah Jantung Setelah Pulih COVID-19/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyakit jantung dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Dahulu serangan jantung adalah penyakit yang terutama dialami orang tua. Jarang ada orang yang berusia di bawah 40 tahun mengalami serangan jantung. Namun, sekarang 1 dari 5 pasien serangan jantung berusia di bawah 40 tahun.

Dr. Lawrence Chan, dokter spesialis jantung dari Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL) mengatakan bahwa prevalensi penyakit jantung koroner pada dewasa muda perlahan meningkat karena gaya hidup tidak sehat. Faktor penyebab penyakit jantung koroner pada anak-anak muda antara lain merokok, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan alasan lain yang memberi tekanan pada sistem kardiovaskular. Faktor lainnya yang tak bisa dihindari adalah faktor genetik, yakni riwayat sakit jantung dari keluarga.

Oleh karena itu, penting bagi anak-anak muda untuk mengenali apa saja ciri penyakit jantung di usia muda agar dapat terdeteksi sejak dini dan penanganan dapat dilakukan secepatnya.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati dan kesadaran terhadap kesehatan jantung dapat memperbesar kemungkinan untuk mencegah terjadinya kondisi yang fatal. Pemeriksaan atau skrining kesehatan dapat mendeteksi adanya abnormalitas dalam sistem tubuh seseorang, sehingga dapat segera ditangani pada tahap sedini mungkin," katanya, dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (20/7/2022).

Adapun ciri-ciri penyakit jantung di usia muda yang jarang disadari yakni tubuh mudah lemas, adanya rasa nyeri di dada yang menjalar ke leher atau lengan, pusing, nyeri ulu hati, dada berdebar, pucat,sakit pada tenggorokan dan rahang.

Semakin lambat penanganan dilakukan, semakin tinggi pula risiko terjadinya komplikasi seperti, stroke, kerusakan jantung permanen atau bahkan kematian.

"Jika terjadi serangan jantung kedua pada usia muda, risiko kematian atau stroke mungkin terjadi," paparnya.

Lalu, bagaimana cara mencegahnya?

Upaya pencegahan terbaik adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik. Selagi masih muda, jagalah pola makan, aktif bergerak, hindari rokok, dan rutin melakukan medical check-up jantung secara berkala. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sering Diabaikan! Ini 5 Gejala Serangan Jantung Mendadak


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading