Waspada! Sakit Kepala & Nyeri Otot Bisa Jadi Gejala Covid-19

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
30 June 2022 11:20
Ilustrasi (Photo by David Garrison from Pexel) Foto: Ilustrasi (Photo by David Garrison from Pexel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus baru infeksi Covid di Indonesia kembali merangkak naik. Seiring berkembangnya virus corona Covid-19, ada beberapa gejala baru yang patut diwaspadai, beberapa diantaranya yakni gejala berupa rasa sakit kepala dan sakit otot.

Gejala sakit kepala ini cenderung terjadi di kedua sisi kepala dan biasanya resisten terhadap obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala juga bisa berlangsung dalam jangka waktu lama dan menjadi gejala virus corona berkepanjangan. 

Kemudian, gejala berupa nyeri otot juga cukup umum pada varian Omicron. Orang dengan virus corona biasanya mengalami nyeri otot terutama di bagian bahu atau kaki.


Nyeri otot juga dianggap sebagai gejala awal virus corona. Tapi, nyeri otot terkait Covid bisa bersifat ringan atau sangat melemahkan, terutama bila penderita mengalami kelemahan ekstrem. 

Nyeri otot ini biasanya bertahan selama 2 hingga 3 hari, tetapi juga bisa lebih lama pada orang yang lebih tua.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kenaikan kasus di Tanah Air terjadi karena varian baru Covid, yakni varian Omicron BA.4 dan BA.5, bukan akibat tingginya mobilitas masyarakat selama momen Lebaran tahun ini. Kenaikan kasus, menurut dia, bukan hanya terjadi di Indonesia. Lonjakan kasus serupa juga terjadi di banyak negara dunia.

"Kita lihat setiap kali terjadi lonjakan besar tiap negara, itu bukan karena hari raya keagamaan besar, tapi karena ada varian baru," ujarnya saat konferensi pers PPKM beberapa waktu lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mana Lebih Parah, Gejala Omicron Siluman atau Omicron Biasa?


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading