Orang Belanda tak Suka Jendela Ditutup Tirai, Kenapa Ya?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
23 March 2022 17:20
Suasana di Belanda saat lockdown. (AP/Peter Dejong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalau berkunjung ke Belanda, Anda akan menemukan banyak rumah yang tak memasang tirai di jendela. Karena tak ada penutup, orang dari luar bisa melihat dengan jelas aktivitas yang sedang dilakukan pemilik rumah, mulai dari yang 'normal' seperti menonton tv sampai yang seksual. 

Hal ini sempat menjadi gegar budaya bagi banyak orang Indonesia. Seperti yang dialami Yuni, pelajar asal Bali yang kini sedang menempuh studi di Kota Den Haag. "Ini salah satu culture shock yang saya alami. Saya bisa lihat dengan jelas dalam rumahnya seperti apa, termasuk kalau ada yang melakukan aktivitas seksual," ucapnya. 

Pertanyaannya, kenapa ya orang Belanda tak suka memakai tirai atau gorden untuk menutup jendela rumah mereka?


Mengutip CNN, warga Belanda sama sekali tak merasa risih dapat ditonton dari luar, bahkan saat hari mulai gelap.

Tak diketahui secara pasti awal munculnya jendela-jendela tak bertirai di Belanda. Tradisi itu bahkan dinilai agak kontradiktif dengan budaya orang Eropa yang terkenal menjaga privasi.

Meski demikian, orang Belanda sendiri tidak menganggapnya aneh. Keunikan ini membuat para peneliti berusaha keras mencari tahu alasan di balik tradisi tersebut. 

Ada yang mengaitkan budaya itu dengan tradisi keagamaan Protestan Calvinisme, yang menegaskan bahwa warga negara yang jujur tidak perlu menyembunyikan apapun.

Tradisi unik Belanda ini bahkan telah menjadi konsumsi wisata Amsterdam. Beberapa pemandu wisata menjelaskan bahwa jendela tanpa tirai adalah gambaran dari cara bisnis yang penuh keterbukaan di masa lalu. Orang akan membiarkan tirai untuk memamerkan ruangan yang penuh dengan perabot, dekorasi, dan seni terbaik sebagai cara untuk membuktikan kepada pedagang bahwa mereka dapat dipercaya.

Sementara itu, Antropolog Hilje van der Horst dan Jantine Messing meneliti fenomena ini pada 2006. Mereka mengamati bahwa orang-orang di lingkungan yang akrab cenderung membiarkan tirai mereka terbuka, bahkan menghiasi jendela mereka dengan patung, vas, dan bunga.

Alasan lain, tentu saja, adalah keinginan penduduk Belanda untuk menyaksikan dunia luar yang bergeliat. Mereka suka menatap ke luar jendela dan memandang lampu-lampu, keramaian, hiruk pikuk jalanan, serta orang-orang yang lewat. Interaksi antara di dalam dan luar rumah membantu menumbuhkan budaya terbuka yang sangat Belanda.

"Ketika saya pindah ke sini pada tahun 1987 saya mencoba memasang tirai, tetapi saya merasa seperti terkungkung. Saya akhirnya mencopot tirai. Jalanan di sini cukup sempit, tetapi sampai 10 tahun yang lalu saya tidak punya tetangga yang berseberangan... Jadi tidak perlu (pakai tirai). Selain itu, saya tidak suka memakai tirai," kata Astrid Brokke, warga Amsterdam.

Sementara itu, warga Belanda lain bernama Marianna Beets mengatakan bahwa ia telah tinggal di Negeri Kincir Angin selama lebih dari 25 tahun, tetapi selama 13 tahun terakhir ia tidak pernah punya tirai.

"Tiga belas tahun yang lalu saya menghancurkan rumah lama saya dan membangun rumah yang saya tinggali sekarang. Sempat terpikir untuk membeli gorden, tapi tampaknya hal itu tidak begitu mendesak karena saya masih membuka jendela di ruang tamu," ungkapnya.

"Selalu ada orang yang lewat. Terkadang mereka berhenti dan menatap. Ketika saya melambai, mereka biasanya malu dan menyadari apa yang mereka lakukan, tetapi mereka lebih sering tersenyum dan melambai kembali. Saya tidak keberatan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading