Anjing Cuma Bisa Lihat Warna Hitam Putih, Benarkah?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
22 March 2022 16:05
Tiger, a Labrador Retriever, sits in front of a sample of human sweat after detecting the COVID-19 coronavirus at a mobile canine unit in Bangkok, Thailand, Thursday, June 17, 2021. Thailand has deployed a canine virus detection squad to help provide a fast and effective way of identifying people with COVID-19 as the country faces a surge in cases, with clusters found in several crowded slum communities and large markets. (AP Photo/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Benarkah anjing hanya bisa melihat warna hitam dan putih saja? Anggapan itu ternyata cuma mitos. 

Faktanya, anjing memang tidak buta warna, tetapi kemampuannya melihat warna terbatas, kata Associate Professor dalam bidang Ilmu Hewan Kecil di Penn State University, Nancy Dreschel, yang dikutip dari The Conversation. Ini karena hewan yang sering menjadi sahabat manusia itu punya kekurangan beberapa reseptor cahaya di mata mereka.

Karena kekurangan reseptor cahaya tersebut, mereka tidak bisa melihat warna tertentu, terutama warna merah dan hijau.


Apa yang manusia lihat sebagai warna merah atau oranye, bagi seekor anjing mungkin warna cokelat atau krem. 

Hewan tidak dapat menggunakan bahasa lisan untuk menggambarkan apa yang mereka lihat, tetapi para peneliti menemukan cara untuk mengetahui bagaimana anjing melihat warna.

Para peneliti melatih anjing untuk menyentuh cakram warna yang menyala dengan hidung mereka untuk mendapatkan hadiah. Kemudian mereka melatih anjing-anjing itu untuk menyentuh cakram yang warnanya berbeda dari yang lain.

Ketika anjing yang terlatih tidak dapat mengetahui cakram mana yang harus ditekan, para ilmuwan tahu bahwa mereka tidak dapat melihat perbedaan warna. Eksperimen ini menunjukkan bahwa anjing hanya bisa melihat warna kuning dan biru.

Perlu diketahui, retina manusia mengandung tiga jenis sel berbentuk kerucut khusus yang membuat kita bisa melihat beragam warna. 

Ketika para ilmuwan menggunakan teknik yang disebut electroretinography untuk mengukur bagaimana mata anjing bereaksi terhadap cahaya, mereka menemukan bahwa anjing memiliki lebih sedikit jenis sel kerucut ini. Anjing hanya memiliki dua jenis reseptor kerucut, sementara manusia punya tiga.

Meski demikian, penglihatan anjing jauh lebih baik daripada manusia pada malam hari. Pusat retina di mata anjing memiliki lebih banyak sel peka cahaya, yang bekerja lebih baik dalam cahaya redup daripada kerucut pendeteksi warna.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading