Ini Dua Gejala Omicron yang Mungkin Muncul Saat Makan

Lifestyle - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
22 February 2022 09:20
A person is tested for COVID-19 in Johannesburg, South Africa, Saturday Nov. 26, 2021. As the world grapples with the emergence of the new variant of COVID-19, scientists in South Africa — where omicron was first identified — are scrambling to combat its spread across the country. (AP Photo/Jerome Delay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Omicron telah menjadi varian Covid-19 yang sangat cepat penyebarannya. Meski persentase sembuh lebih baik ketimbang varian yang lain, namun Omicron cukup sulit untuk dideteksi karena gejalanya yang beragam.

Para peneliti di ZOE COVID Study di Inggris melaporkan terdapat keluhan lain dari pasien yang terpapar Omicron, yakni gejala terkait gastrointestinal atau masalah pada sistem pencernaan, seperti diare, sakit perut, dan rasa mual.

Namun, ada dua tanda atau gejala Omicron yang tidak biasa ditemukan oleh para peneliti, yakni pada kebiasaan makan seseorang. Gejala Omicron yang muncul pada saat makan tersebut adalah kehilangan nafsu makan yang membuat mereka sering melewatkan makan.


Sebelumnya, para peneliti menyebut kehilangan nafsu makan ini bisa menjadi tanda awal dari COVID-19. Meski begitu, jika hanya kehilangan nafsu makan untuk waktu yang singkat, peneliti mengatakan itu bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

"Melewatkan makan untuk waktu yang singkat karena Anda merasa tidak sehat bukanlah sesuatu yang terlalu dikhawatirkan pada orang di bawah 65 tahun. Namun, kehilangan nafsu makan yang terus-menerus pada orang tua bisa menjadi pertanda ada sesuatu yang salah dan harus dikonsultasikan dengan dokter umum atau profesional kesehatan mereka," ujar peneliti dikutip dari Times of India, Selasa (22/2/2022).

Senada dengan para peneliti ZOE, badan kesehatan nasional Inggris (NHS) juga mengatakan banyak pasien yang terinfeksi COVID-19 kehilangan nafsu makan, yang membuat asupan makanan yang diperlukan tubuh berkurang. Hal ini bisa berpengaruh pada tahap pemulihan pasien.

"Banyak orang mengalami kehilangan nafsu makan dan asupan makanan berkurang ketika tidak sehat akibat COVID-19. Jika itu terjadi, masa pemulihan dapat memakan banyak waktu," jelas NHS.

Penurunan berat badan umumnya dikaitkan dengan melewatkan makan yang dapat menjadi kemungkinan dengan Omicron juga. Untuk itu, NHS menyarankan orang-orang untuk memantau berat tubuh dan memperhatikan tanda-tanda adanya penurunan berat badan yang tidak normal. Jika itu terjadi bersamaan dengan munculnya gejala-gejala ringan khas COVID-19, disarankan untuk segera melakukan tes COVID-19.

Terlepas dari dua gejala yang disebutkan di atas, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, demam ringan, pilek dan sakit kepala masih menjadi gejala umum dari infeksi Omicron.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

15 Gejala Omicron di Orang yang Sudah Divaksin, Awas Terkecoh


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading