Internasional

Xi Jinping Atur Anak-anak China Main Game, Cuma Boleh 1 Jam

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
31 August 2021 12:25
SD City bekerja sama dengan Garena Indonesia menyelenggarakan grand final turnamen internasional Free Fire Asia Invitationals (FFAI) 2019 di ICE BSD City. Turnamen ini akan mempertemukan 13 tim terbaik Free Fire dari seluruh Asia termasuk Indonesia, Thailand, Chinese Taipei, Vietnam, India, Singapura, Malaysia, serta Middle East dan North Africa (MENA) yang bersaing untuk memenangkan total uang tunai USD 50,000 (setara dengan 713 juta rupiah). Saat ini, industri esports sedang menjadi fenomena global dan juga berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Sinar Mas Land turut mendukung turnamen game online bergengsi ini. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China akan memberlakukan aturan yang membatasi anak-anak di China bermain game online. Mereka yang berusia di bawah 18 tahun, hanya diizinkan bermain selama satu jam pada hari Jumat, akhir pekan, dan hari libur.

Mengutip BBC International, Administrasi Pers dan Publikasi Nasional mengatakan kepada kantor berita pemerintah Xinhua bahwa bermain game hanya akan diizinkan antara jam 8 malam sampai jam 9 malam. Kebijakan itu untuk mengatasi kecanduan game online oleh remaja setempat.


Kebijakan ini juga menginstruksikan kepada perusahaan game untuk mencegah anak-anak bermain di luar waktu tersebut. Inspeksi perusahaan game online juga akan meningkat, untuk memeriksa apakah batas waktu sedang ditegakkan.

Sebulan sebelum pembatasan terbaru, sebuah artikel yang diterbitkan oleh media China yang dikelola negara mengklaim banyak remaja telah menjadi kecanduan game online dan itu berdampak negatif pada mereka. Artikel tersebut langsung mendorong penurunan signifikan nilai saham beberapa perusahaan game online terbesar di China.

Pada bulan Juli, raksasa game asal China, Tencent, mengumumkan akan meluncurkan pengenalan wajah untuk menghentikan anak-anak bermain antara pukul 22:00 dan 08:00. Langkah tersebut menyusul kekhawatiran bahwa anak-anak menggunakan ID orang dewasa untuk menghindari aturan.

Dengan memberlakukan aturan baru ini, pemerintah China berharap dapat menciptakan energi positif di kalangan anak muda dan mendidik mereka dengan apa yang dianggap Beijing sebagai nilai-nilai yang benar. Aturan ini mendapat banyak dukungan dari orang tua di negeri itu meski beberapa kritik muncul di forum Weibo.

"Mengapa kamu tidak berencana ketika saya pergi ke toilet, makan, dan pergi tidur," tulis salah satu komentar sarkastik.

Sebelumnya China juga memasukkan kurikulum 'pemikiran Xi Jinping' dalam semua jenjang pendidikan baik sekolah dasar hingga Universitas. China juga mengatur para fans idola di media sosial dan mengancam menutup mereka yang dianggap 'mengkhawatirkan'.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading