Ah Lega! Bunda, Sekolah Sudah Bisa Pembelajaran Tatap Muka

Lifestyle - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
29 August 2021 10:00
Sejumlah siswa/i mengikuti simulasi sekolah tatap muka di SMAN Negeri 15 di Jakarta, Selasa (8/6/2021). Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menginginkan agar sekolah tatap muka dapat dilaksanakan pada bulan Juli bulan depan. Pantauan CNBC Indonesia dilokasi para siswa siswi harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah. Pembelajaran hanya dilakukan 2 jam sehari dan maksimal murid hanya 20%. Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekolah tatap muka harus dijalankan dengan ekstra hati-hati. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sesuai dengan aturan pemerintah, wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di level 1-3 mendapatkan izin melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Meski demikian kegiatan pembelajaran tatap muka ini harus dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, PTM terbatas ini penting dilakukan untuk menekan risiko learning loss demi menjaga kualitas pembelajaran anak Indonesia.

"Risiko learning loss anak-anak menguat selama pandemi karena kegiatan belajar mengajar yang terpaksa dilakukan secara jarak jauh untuk menekan penyebaran Covid-19," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/8/2021).


Menurut Jhonny, risiko ini terjadi karena peserta didik tidak memperoleh pembelajaran yang optimal sehingga berakibat pada kemunduran akademis dan non akademis. Berdasarkan kajian Kemendikbud Ristek, pemulihan learning loss bisa memakan waktu hingga 9 tahun.

Karenanya, lanjut Johnny, pemerintah merespon cepat kebutuhan penanganan ini dengan mengakselerasi PTM secara terbatas demi kualitas pembelajaran anak Indonesia. Meski demikian, Johnny mengingatkan, sekolah tak bisa tergesa-gesa untuk melakukan PTM terbatas.

"Sekolah mesti mempersiapkan diri untuk memenuhi daftar periksa sebagaimana yang tercantum dalam SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Tengah Pandemi," tuturnya.

Ia pun menegaskan, keselamatan insan pendidikan tetap prioritas utama. Namun, pelaksanaannya tetap mengedepankan kehati-hatian dan protokol kesehatan yang ketat.

Johnny juga menyampaikan, vaksinasi pelajar bukanlah syarat bagi sekolah bisa menggelar PTM terbatas. Syarat vaksin hanya diberlakukan untuk guru dan tenaga pendidik. Terutama bagi yang berada di kota besar seperti DKI Jakarta dan Surabaya.

"Berdasarkan data dari Kemendikbud Ristek, sekitar 63% sekolah di Indonesia berada di wilayah PPKM level 1-3 sehingga bisa membuka PTM terbatas," jelasnya.

Sekolah di DKI Jakarta dari PAUD Sampai SMA Mulai Tatap Muka
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading