Survei, Banyak Pekerja RI Dipotong Gaji selama Pandemi

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
15 July 2021 14:22
Merasa Gaji cuma numpang lewat ?

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 membuat dampak besar bagi para pekerja khususnya mereka yang berpenghasilan rendah. Banyak dari mereka yang mengalami pemotongan gaji.

Hal ini terungkap dari survei Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE). Research Manager IBCM Nizma Fadila mengatakan sebanyak 57% karyawan dengan pendapatan rendah, yaitu di bawah Rp 5 juta per bulan, mengalaminya.


Angka ini lebih besar bila dibandingkan dengan karyawan berpenghasilan di atas Rp 10 juta per bulan. Di mana mereka yang mengalami pemotongan gaji sebesar 47%.

Data ini diperoleh melalui survei mengenai dampak Covid-19 terhadap karyawan swasta di Indonesia. Survei ini dilakukan pada dua gelombang yaitu Mei dan Desember 2020.

Lebih lanjut, waktu kerja dan gaji karyawan, dari survei itu menunjukkan keadaan yang sudah kembali normal seperti sebelum pandemi. Tetapi dampak dari pandemi pada penghasilan mereka sama antara survei di Mei dan Desember 2020.

"Semua pekerja hotel dan restoran yang disurvei mengalami dampak negatif pada jam kerja dan pendapatan mereka; pekerja ini lebih cenderung perempuan," ujar Nizma Fadila dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (15/7/2021).

Nizma menyebut bahwa pada paruh ke dua tahun 2020 proporsi pekerja yang mengalami dampak negatif pada pekerjaan mereka turun sedikit menjadi sekitar setengahnya.

Karyawan yang mengalami penangguhan mulai bekerja kembali. Meski begitu, sebanyak 26% karyawan masih mengalami pengurangan jam kerja dan gaji.

"Dari angka tersebut, karyawan perempuan yang paling banyak mengalami pengurangan jam kerja dengan angka 30% dibandingkan dengan 22% laki-laki yang mengalami pengurangan jam kerja," ujarnya.

Ini artinya, baik karyawan laki-laki dan perempuan telah mengalami dampak negatif pada jam kerja dan pendapatan mereka dengan angka yang kurang lebih sama. Hasil ini mengejutkan mengingat bahwa data dari banyak negara, termasuk Indonesia, menunjukkan bahwa perempuan mengalami dampak yang lebih besar daripada pria di masa pandemi.

"Sama seperti fase awal pandemi, perempuan lebih terdampak daripada laki-laki. Dari survei ini juga menunjukkan 25 persen perempuan dan 21 persen laki-laki percaya kalau pandemi lebih berdampak pada perempuan. Hal ini disebabkan oleh beban perempuan di rumah, terutama anak-anak yang harus sekolah dari rumah. Juga perempuan lebih rentan terhadap penyakit, khususnya ibu hamil," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading