(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto),
CNBC Indonesia
22 April 2021 12:37
Aksi ini menunjukkan semangat anak muda yang tidak tinggal diam dan tetap memperjuangkan hidup mereka di tengah krisis iklim.
Sejumlah aktivis lingkungan hidup menggelar aksi "Joget Jagat" di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Joget Jagat merupakan sebuah tarian yang mengekspresikan keresahan terhadap kondisi bumi yang terus menerus dirusak. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Aksi ini menunjukkan semangat anak muda yang tidak tinggal diam dan tetap memperjuangkan hidup mereka di tengah krisis iklim. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Aksi digelar secara serempak baik luring maupun daring di beberapa kota di Indonesia pada Jumat, 22 April 2021 pukul 09.00 - 11.00 (WIB) | 10:00 - 12.00 (WITA) | 11:00 - 13:00 (WIT). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Aksi ini juga membawa pesan ‘Hari Krisis Bumi’ dan ‘Diam Berarti Tenggelam’ untuk menyerukan kepada seluruh anak muda Indonesia bahwa inisiatif pemerintah dalam menanggulangi krisis iklim terlampau lambat dan acuh. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
“Jika Indonesia tetap berada di jalur yang sekarang, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa akan sangat banyak korban jiwa yang akan berjatuhan dengan seiring waktu. Tuntutan kami sangat jelas, yaitu bertindak sekarang; Deklarasikan darurat iklim; Kembalikan hutan Indonesia 600.000 ha/tahun; Pangkas dan hentikan produksi batubara sampai 0 di 2030; Jamin keadilan bagi masyarakat adat dan pejuang lingkungan; Cabut kebijakan yang merusak lingkungan termasuk Omnibus law dan keluarkan kebijakan yang berpihak pada perlindungan lingkungan,” kata koordinator aksi Melisa Kowara. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Menurut data Badan Pusat Statistik pada 2020, sebanyak 64,69% adalah anak muda (Generasi Milenial dan Gen Z). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Generasi inilah yang akan menyaksikan dan merasakan dampak kenaikan suhu global di atas 1.5˚C. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Data-data BMKG sudah menunjukkan bahwa tren bencana di Indonesia meningkat. Seharusnya itu adalah sebuah tanda bagi pimpinan negara untuk menyelamatkan generasi muda dari sekarang. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Krisis iklim adalah masalah terbesar umat manusia dan mencegahnya dengan keputusan cepat, tegas dan berani adalah sebuah keharusan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)