Duh Bund, Ikan Mas Disebut Hama, Tapi Aman Dikonsumsi

Lifestyle - Ratu Rina, CNBC Indonesia
28 March 2021 21:25
Pasar Lelang Ikan Muara Angke (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut ikan mas dapat dikategorikan sebagai ikan hama. Meski demikian, ikan mas masih aman dikonsumsi oleh manusia.

Dilansir dari detik.com, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Haryono menjelaskan bahwa hama yang dimaksudkan konteksnya bukan kepada manusia, melainkan kepada hewan lain di dalam air.

Menurutnya, ini bisa terjadi lantaran ikan mas rakus dan berkembang biak dengan cepat.


"Kalau yang hama ini artinya terhadap sesama biota akuatik apakah hewan atau tumbuhan air yang di habitatnya, karena ikan ini kenapa dimasukkan sebagai hama pengganggu karena memang ikan ini kan rakus dan cepat perkembangannya tinggi, sekali berkembang biak jumlahnya ratusan ribu telurnya, cepat berkembang sehingga akan mengancam dari ikan-ikan asli itu sendiri," kata Haryono, dikutip dari detik.com, Minggu (28/03/2021).

Selain itu, ikan mas juga dapat mengganggu ikan lainnya yang lebih kecil. Mengingat ikan mas cenderung omnivora (pemakan segala), sehingga akan memakan ikan lain yang berukuran lebih kecil.

"Kalau hama itu bisa dua hal, satu mengganggu, artinya mengganggu langsung atau tidak langsung sebagai kompetitor. Kompetitor dalam hal ini makanan dan ruang, atau bisa langsung dia memakan ikan-ikan kecil, ada dua pengertian dalam dua hal ini hama," jelasnya.

"Dia mungkin omnivora ya pemakan segala, selain makan tumbuhan hewan dan juga mungkin ikan lain yang lebih kecil, anak kecil juga dimakan, sehingga dia bisa sebagai pemakan ikan-ikan asli," imbuhnya.

Seperti dilansir dari ABC Australia, Rabu (24/3/2021), sebuah penelitian di Australia menemukan sebanyak 360 juta ekor ikan mas tinggal di saluran air Australia di tahun yang 'basah' ini. Sementara berdasarkan data ilmuwan yang terlibat dalam penyusunan Rencana Pengendalian Ikan Mas Nasional di Australia, jumlah ikan mas bisa turun hingga 200 juta di 'tahun biasa'.

Kepala ilmuwan Institut Arthur Rylah Bidang Penelitian Lingkungan Jarod Lyon mengatakan, sekitar 96% ikan mas yang teridentifikasi ditemukan di daerah pantai timur Australia. Beberapa titik yang diteliti meliputi lahan basah di Victoria, dataran banjir di 'Lower Murray-Darling' Australia Selatan, dan daerah tangkapan air Sungai Lachlan.

Menurutnya, di beberapa lahan basah, jumlah ikan mas bisa mencapai 1.000 kg per hektar, yang dampaknya jauh melebihi apa yang selama ini diketahui. Ikan mas, yang dikenal dengan nama 'common carp' (Cyprinus carpio) di Australia, terkenal sebagai ikan pemakan lumpur dan perusak kualitas air. Hal ini membuat ikan mas disebut dapat mengancam keanekaragaman hayati di Australia.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading