Kini hampir semua yang ada di sana, mulai dari rumah dan kendaraan yang ditinggalkan hingga tumbuh-tumbuhan, semuanya dilapisi abu tebal.
Warga berswafoto dengan latar belakang Gunung Api Taal yang meletus tahun lalu di provinsi Batangas, Filipina. Gunung Api Taal di Filipina erupsi pada Senin (12/01/2020) dan menyemburkan abu vulkanik yang mencapai ketinggian hingga 15 kilometer. (AP Photo/Aaron Favila)
Gunung Api Taal adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Filipina. Erupsi terakhir tercatat terjadi pada tahun 1977. Tetapi pada tahun 1911 gunung itu pernah erupsi dengan menelan 1.335 korban jiwa. (AP Photo/Aaron Favila)
Gunung ini populer di kalangan para wisatawan karena pemandangannya yang spektakuler. Gunung Api Taal tidak tinggi, hanya 400 meter dari permukaan laut. Namun bukan berarti letusannya tidak berbahaya (AP Photo/Aaron Favila)
Kini hampir semua yang ada di sana, mulai dari rumah dan kendaraan yang ditinggalkan hingga tumbuh-tumbuhan, semuanya dilapisi abu tebal. (AP Photo/Aaron Favila)
Tidak ada kematian yang secara langsung dikaitkan dengan letusan gunung berapi yang terjadi setahun lalu tersebut. Walaupun ratusan orang telah dirawat karena kesulitan bernapas yang berhubungan dengan abu vulkanik. (AP Photo/Aaron Favila)
Keramba ikan di danau di Kota Agoncillo di kaki Gunung Taal kini terlantar akibat penduduk setempat mengungsi menghindari erupsi. (AP Photo/Aaron Favila)
Batangas dan Cavite merupakan provinsi yang terdampak paling parah terdampak erupsi Gunung Taal. (AP Photo/Aaron Favila)