CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto,
CNBC Indonesia
09 November 2019 21:16
Sejumlah pemain teater koma mementaskan lakon berjudul J.J Sampah-Sampah Kota di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Lakon yang menjadi produksi ke-159 ini akan dipentaskan pada 8 - 17 November 2019. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Lakon J.J Sampah-Sampah Kota ini berkisah tentang sepasang suami istri bernama Jian dan Juhro yang hidup di sebuah gubuk di kolong jembatan. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jian bekerja sebagai kuli pengangkut sampah. Ia digaji harian dan tidak punya jaminan masa depan. Meski begitu dia tetap bekerja dengan jujur, rajin, giat dan gembira. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Di kolong jembatan ada Mbah Kung, lurah di situ, yang selalu memberi upeti kepada Hansip. Ada juga Puci, Tarba, Bakul, Kentong, Mariem, dan Hapsah. Mereka menjalani hidup sambil tetap menyimpan harapan terhadap hari esok. Lalu ada Bordes, yang selalu mengajak para kuli menuntut bayaran lebih tinggi.
Semua ini tak lepas dari pengawasan Mandor Kepala dan tiga mandor bawahannya, Tiga Pemutus. Mereka ingin melihat sampai sejauh mana kejujuran Jian bisa dipertahankan. Suatu hari, Para Pemutus menjatuhkan tas berisi uang yang amat banyak di sekitar tempat Jian bekerja. Jian panik.
Jian hidup bersama istrinya Juhro yang tengah hamil tua, dia hidup bahagia. Naskah ini pertama kali dibuat Nano Riantiarno dan dipentaskan 40 tahun yang lalu. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Karakter-karakter yang ada di dalam lakon 'J.J Sampah-Sampah Kota' menggabungkan antara kalangan atas, tengah, dan bawah yang diwakili oleh Juhro dan Jian. Penulis naskah sekaligus pendiri Teater Koma, Nano Riantiarno, menegaskan lakon ini berbicara soal kejujuran. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Teater Koma membuat set seperti itu sama seperti pentas yang digelar pada 1979. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Ada tokoh-tokoh yang dulu diperankan pria, kini dimainkan wanita. Multimedia juga jadi elemen baru dalam pementasan kali ini, karena ada satu tokoh yang hanya dimunculkan via multimedia. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
"Naskahnya ditulis tahun 1976 sampai 1979, pentasnya 1979. Tapi setting pertunjukan 1969, setelah Orde Lama dan masih baru banget Orde Baru. Dialog juga tidak ada yang diubah," ujar sutradara Rangga Riantiarno. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Ketidakadilan bertubi-tubi dialami masyarakat bawah, penghuni kolong jembatan. Itu ditampilkan lewat adegan seperti para pengangkut sampah yang berdemo untuk menuntut kenaikan upah malah dipukuli oleh petugas. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jian dalam cerita tersebut ditahan oleh mandor, sehingga Juhro harus mencari uang untuk memebebaskan Jian yang ditahan tersebut. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Pementasan ini didukung dengan apik dari tata panggung dan artistik yang diatur Idries Pulungan. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Teater Koma merupakan salah satu kelompok teater yang sukses melakukan regenerasi dengan merekrut generasi muda untuk turut serta dalam berbagai produksinya. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Pementasan ini berdurasi 3 jam dalm menampilkan cerita yang yang dikemas secara apik menceritakan tentang bagaimana mempertahankan nilai kejujuran pada era di mana ketidakadilan dan ketidakjujuran( saat ini. CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Pementasan J.J Sampah-Sampah Kota kali ini didukung oleh aktor-aktor kawakan seperti Idries Pulungan, Budi Ros, Daisy Lantang, Ratna Ully, Ohan Adiputra, Tuti Hartati, Ade Firman Hakim, Raheli Dharmawan, Toni Tokim, Hengky Gunawan, Angga Yasti, Suntea Sisca, Bayu Dharmawan, Andhini Puteri Lestari, Sekar Dewantari, Febri Siregar, Dana Hassan, Radhen Darwin, Palka Kojansow, Pandu Pangestu, Zulfi Ramdoni, dan masih banyak lagi. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)