Peserta berswafoto saat diguyur anggur merah dalam acara Batalla de Vino atau perang anggur di Haro, Spanyol (29/6/2018). Perayaan ini sebagai bentuk perayaan akan hari jadi St Peter. (REUTERS/Vincent West)
Festival meriah tersebut diselenggarakan rutin setiap bulan Juni di Kota Haro, kota kecil penghasil minuman anggur yang terkenal di Spanyol. (REUTERS/Vincent West)
Bergalon-galon angggur merah pun telah disiapkan oleh pemerintah setempat hanya untuk ditumpahkan ke tubuh setiap peserta Festival La Batalla del Vino. (REUTERS/Vincent West)
Dengan menggunakan pakaian putih, ribuan peserta mengikuti pertempuran anggur yang menghabiskan 70.000 liter anggur ini. (REUTERS/Vincent West)
Semua peserta yang datang tampak siap dengan pistol air hingga gelas dan wadah untuk menampung tumpahan anggur merah. Bahkan pemain drum yang seharusnya menjadi pelengkap festival juga tidak luput dari guyuran anggur merah. (REUTERS/Vincent West)
Tradisi pertempuran Bacchanalian harus berlanjut sampai tidak ada setetes anggur yang tersisa dan harus dihujani sampai pakaian putih mereka berwarna karena dihujani anggur. REUTERS/Vincent West
Asal sejarah perang ini terkait dengan sengketa teritorial antara warga kota Haro dan Miranda de Ebro atas kepemilikan tebing Bilibio. Ini adalah tempat di mana kastil abad pertengahan berdiri di atas benteng pra-Romawi. (REUTERS/Vincent West)