Nyummy! Ini Dia 4 Emiten Es Krim di BEI yang Bisa Kamu Cicipi

Investment - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
23 September 2022 10:50
Ilustrasi Ice Cream (Ist Pexels) Foto: Ilustrasi Ice Cream (Ist Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Es krim menjadi makanan kudapan yang disenangi dari berbagai kalangan umur. Jenis produknya di Indonesia pun bervariasi. Namun, tahukah kamu jika kita dapat membeli saham produsen es krim?

Es krim mudah ditemui mulai dari minimarket hingga mall, harganya pun bervariasi dengan jenis produk mulai dari kemasan siap saji dan dibanderol dengan harga terjangkau hingga kelas premium. Tahukah kamu ada sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengeluarkan produk es krim?


Berikut daftar emiten produsen es krim di Indonesia dan pergerakan sahamnya. 

Saham empat emiten konsumer Tanah Air kecuali PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), mayoritas masih melemah di sepanjang tahun ini, yakni PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND), PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). 

Saham

1D

1W

1M

3M

YTD

UNVR

0,21%

3.89%

4.34%

-3.02%

17.03%

DMND

0.00%

0.00%

-0.61%

-1.21%

-6.86%

CAMP

0.69%

-0.69%

-2.04%

7.46%

-0.69%

INDF

-0,40%

-0.79%

-3.85%

-12,28%

-1.19%

1. UNVR

Siapa yang tidak kenal dengan Walls? Merek es krim ternama yang sering kita jumpai di mana-mana. Walls pertama kali berdiri pada 1913 oleh T Walls dan Sons untuk menyajikan snack segar saat musim panas. Hingga saat ini, es krim Walls sudah dijual lebih dari 50 negara di seluruh dunia dan memiliki berbagai macam nama di masing-masing negara.

UNVR juga memiliki brand es krim lainnya yang tidak kalah terkenal. Mulai dari Cornetto, Magnum, Paddle Pop, dan Viennetta. Jenis-jenis es krimnya pun beragam mulai dari scoop, es krim kemasan, hingga es krim kemasan porsi besar. Untuk rasa, UNVR juga menyediakan berbagai pilihan mulai dari buah-buahan, coklat, vanilla, oreo, hingga boba.

UNVR merupakan satu-satunya saham emiten konsumer yang berhasil melesat 17,03% secara year-to-date (ytd).

2. DMND

Pada 3 Februari 1995, DMND resmi didirikan dengan nama PT Jayamurni Tritunggal. Namun, pada 2016, perseroan melakukan perubahan nama menjadi PT Diamond Food Indonesia. Kini, DMND telah 25 tahun beroperasi di Indonesia. Produk yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari susu, keju, coklat, hingga es krim.

Beberapa produk es krim yang mereka miliki yakni Diamond Ice Cream dengan 13 varian rasa, Diamond Soft Ice Cream yang merupakan produk dairy yang diolah secara khusus dengan 4 varian rasa, Bookfarm Ice Cream adalah produk es krim premium dengan 7 varian rasa, serta Diamond Ice Cream Novelties yang merupakan es krim kemasan yang praktis dengan 11 merek es krim yang berbeda-beda, seperti Popeye, Lollypop, dan Magic.

DMND berhasil membukukan laba bersih Rp 126,11 miliar di sepanjang semester I 2022, naik 55,16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring dengan pertumbuhan laba bersih, penjualan DMND juga melesat 20,82% menjadi Rp 4,05 triliun dari Rp 3,35 triliun. Jika melansir laporan keuangannya, penjualan tersebut masih didominasi oleh penjualan lokal dengan total Rp 4,04 triliun dan penjualan ekspor senilai Rp 7,7 miliar.

Meski secara fundamental DMND berhasil membukukan laba bersih dan penjualan yang baik, tapi tidak dibarengi dengan kinerja sahamnya. Di sepanjang tahun ini, saham DMND masih terkoreksi 6,86%.

3. CAMP

CAMP merupakan salah satu produsen es krim terbesar di Indonesia dengan merek Campina, yang menawarkan berbagai jenis es krim mulai dari es krim kemasan berbentuk stik, cup, cone, family pack, es potong hingga box atau bulk berisi 5 liter.

Sepanjang tahun ini, saham CAMP masih melemah meskipun tipis saja sebanyak 0,69%.

4. INDF

Pasar es krim di Indonesia turut diramaikan oleh produk dari Indofood, yang bervariasi dari berbagai merek seperti Kulkul, Tamtam, Maxswich, Chocrocks, hingga Espessia Es Potong. INDF menghadirkan produk es krim berupa es krim kemasan stik, es krim cup, dan es krim cone.

Secara kinerja sahamnya, pada perdagangan Jumat (23/9) pukul 09:03 WIB, INDF terkoreksi 0,4% menjadi Rp 6.250. Saham INDF juga terpantau masih melemah 1,19% di sepanjang tahun ini.

Meskipun mayoritas saham emiten konsumer masih melemah, indeks sektoral IDX Consumer Non-siklikal masih berhasil membukukan kenaikan 5,95% di sepanjang tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(aaf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading