Emas Dunia Masih Banyak Tekanan, Harga Emas Pegadaian Stabil

Investment - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
19 September 2022 08:30
Ilustrasi Emas Pegadaian. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Emas Pegadaian. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan di PT Pegadaian bergerak stabil pada perdagangan Senin (19/9/2022). Pegadaian sendiri menjual berbagai jenis emas, yaitu emas Antam, Antam Retro, Antam Batik, dan UBS. Ukurannya pun dijual beragam, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam dibanderol Rp 968.000 per gram. Emas ini tersedia mulai ukuran/satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Sementara itu, emas Antam Retro harga 1 gram senilai Rp 912.000. Emas Antam Retro adalah emas kemasan lama di mana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas Antam Retro kali terakhir diproduksi pada 2018, dan tersedia mulai satuan 0,5 gram hingga 100 gram.


Pegadaian juga menawarkan emas Antam Batik yang merupakan jenis emas Antam berharga termahal. Harga emas termahal harganya senilai Rp 1.128.000 per gram.

Terakhir, harga emas UBS yang dikeluarkan PT Untung Bersama Sejahtera harganya Rp 921.000 per gram. Emas UBS yang tersedia lengkap mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Satuan

Antam

Retro

Batik

UBS

0.5

Rp 536,000

Rp 487,000

Rp 611,000

Rp 491,000

1

Rp 968,000

Rp 912,000

Rp 1,128,000

Rp 921,000

2

Rp 1,873,000

Rp 1,805,000

Rp -

Rp 1,826,000

3

Rp 2,784,000

Rp 2,681,000

Rp -

Rp -

5

Rp 4,605,000

Rp 4,455,000

Rp -

Rp 4,511,000

8

Rp -

Rp -

Rp 8,466,000

Rp -

10

Rp 9,152,000

Rp 8,854,000

Rp -

Rp 8,975,000

25

Rp 22,749,000

Rp 22,009,000

Rp -

Rp 22,391,000

50

Rp 45,415,000

Rp 43,937,000

Rp -

Rp 44,689,000

100

Rp 90,749,000

Rp 87,794,000

Rp -

Rp 89,343,000

250

Rp 226,597,000

Rp 219,220,000

Rp -

Rp 223,291,000

500

Rp 452,978,000

Rp 438,230,000

Rp -

Rp 446,056,000

1000

Rp 905,912,000

Rp 876,419,000

Rp -

Rp -

Harga emas Pegadaian berpotensi turun karena emas dunia, yang menjadi acuan, dibayangi oleh kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.

Potensi kenaikan suku bunga yang agresif dari bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) untuk menjinakkan kenaikan inflasi, kian meredupkan kilau emas yang tidak memiliki imbal hasil.

Pasar telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin (bps) pada akhir pertemuan The Fed minggu ini, bahkan mungkin setinggi 100 bps. Hal tersebut tentunya akan menarik investor untuk membeli dolar AS sehingga greenback makin menjulang.

Emas pun menjadi kurang menarik karena menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Masih Ada Sisa THR? Beli Emas Pegadaian Bisa Jadi Pilihan


(ras/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading