Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Tapi Awas Rawan Longsor!

Investment - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
08 September 2022 09:01
Emas Antam Foto: Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Kamis (8/9/2022) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung naik Rp4.000 per gram menjadi Rp950.000 per gram. Sementara harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) turut menguat Rp6.000 per gram menjadi Rp823.000/gram.

"Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi. Untuk transaksi buyback silakan menghubungi Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan pada hari kerja Senin-Jumat. Pembayaran dilakukan secara transfer pada H+2 s/d H+3 (hari kerja). Jika kemasan rusak atau hilang dikenakan potongan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," jelas keterangan di situs Antam.


Harga emas Antam menguat seiring dengan harga emas dunia di pasar spot yang naik 0,97% dibanding posisi sebelumnya menjadi US$1.717,69 per troy ons pada sesi perdagangan kemarin.

Analis dari RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan kenaikan emas lebih didorong oleh aksibargain hunting. Sejumlah trader membeli emas di harga yang murah seperti saat ini untuk kemudian menjualnya saatnya harganya membaik.

"Kita bisa lihat beberapa trader melakukan bargain hunting untuk membeli emas di harga yang rendah seperti level yang sekarang. Hal ini menjaga harga emas tetap hidup," tutur Haberkorn, seperti dikutip Reuters.

Namun, dia mengingatkan jika aksibargain huntingtidak akan bertahan lama karena hanya sedikit orang yang mencari kesempatan dalam ketidakpastian.

Edward Moya, analis dari OANDA, mengatakan pergerakan emas masih akan lemah ke depan. Pasalnya, data ekonomi Amerika Serikat (AS) semakin mendukung bank sentral AS the Federal Reserve/the Fed untuk menaikkan suku bunga secara agresif.

Para pelaku pasar tengah mengambil sikap wait and see di saat ini. Ada potensi bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserves/The Fed) menaikkan suku bunga yang agresif dalam upaya menekan inflasi ke kisaran target 2%.

Saat ini, para pelaku pasar melihat suku bunga akan naik 75 basis poin (bp) pada pertemuan The Fed pada 21 September nanti. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 50 bp ke 2,75-3% adalah 22,0%. Sementara kemungkinan kenaikan 75 bp adalah 78,0%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Kamu Mau Jual Emas ke Antam? Harganya Turun Lho...


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading