Emas Antam Diskon Rp 9.000/gram Nih Bun, Waktunya Borong?

Investment - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
07 September 2022 12:21
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo) Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Rabu (7/9/2022) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung anjlok Rp 9.000 per gram menjadi Rp 946.000 per gram.

Sementara harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) turut melemah Rp 9.000 per gram menjadi Rp 817.000/gram.

"Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi. Untuk transaksi buyback silakan menghubungi Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan pada hari kerja Senin-Jumat. Pembayaran dilakukan secara transfer pada H+2 s/d H+3 (hari kerja). Jika kemasan rusak atau hilang dikenakan potongan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," jelas keterangan di situs Antam.


Harga emas Antam melemah seiring dengan harga emas dunia di pasar spot yang turun 0,53% dibanding posisi sebelumnya menjadi US$ 1.701,15 per troy ons pada sesi perdagangan kemarin.

Dollar index (yang mengukur greenback dengan enam mata uang utama) berada di level tertinggi dalam 20 tahun terakhir, yakni 110,214. Hal ini membuat emas yang dihargai dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Investor saat ini fokus pada pertemuan Bank Sentral Eropa, harapannya suku bunga acuan naik 75 basis poin (bp).

Sementara itu para pelaku pasar juga melihat suku bunga acuan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan naik 75 basis poin (bp). Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 50 bp ke 2,75-3% adalah 28,0%. Sementara kemungkinan kenaikan 75 bp adalah 72,0%.

"Beberapa kekuatan menekan pasar, yang semuanya berkaitan dengan prospek kebijakan moneter di seluruh dunia selama tahun depan," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Suku bunga yang naik membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi tidak menarik bagi investor. Saat permintaan turun, harga mengikuti.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

Artikel Selanjutnya

Kamu Mau Jual Emas ke Antam? Harganya Turun Lho...


(ras/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading