Harga Emas Antam Hari Ini: Stabil di Rp 972.000/Gram

Investment - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
26 August 2022 08:57
Emas Antam Foto: Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Jumat (26/8/2022) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung stabil di Rp972.000 per gram. Sementara harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) pun tetap Rp837.000/gram.

"Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi. Untuk transaksi buyback silakan menghubungi Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan pada hari kerja Senin-Jumat. Pembayaran dilakukan secara transfer pada H+2 s/d H+3 (hari kerja). Jika kemasan rusak atau hilang dikenakan potongan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," jelas keterangan di situs Antam.


Harga emas Antam dipengaruhi oleh emas dunia. Pada Kamis (25/8/2022) emas dunia di pasar spot tercatat US$1.758.44 per troy ons, naik 0,43% dibandingkan kemarin.

Dollar Index (yang mengukur greenback dengan enam mata uang utama) tergelincir dari posisi tertinggi dalam 20 tahun terakhir ke 108,47 membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang selain dolar.

"Emas hanya melihat pemantulan korektif dari tekanan jual baru-baru ini. Dolar telah mundur dari level tertingginya dan ada beberapa posisi menjelang pidato Powell," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

"Dalam waktu dekat, grafik emas masih bearish. Tapi dalam jangka panjang, masih ada potensi kenaikan emas karena akan ada beberapa permintaan safe-haven setiap kali ekonomi goyah."

Saat ini fokus investor tertuju kepada pidato Ketua The Fed Jerome Powell di konferensi bank sentral global tahunan di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat mendatang.

Harapannya ada petunjuk mengenai kebijakan suku bunga setelah inflasi melandai. Emas sendiri memiliki hubungan negatif dengan kenaikan suku bunga. Ketika suku bunga naik, emas cenderung turun karena biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil meningkat. Berlaku sebaliknya.

para pelaku pasar melihat suku bunga akan condong naik 75 basis poin (bp). Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 50 bp ke 2,75-3% adalah 36%. Sementara kemungkinan kenaikan 75 bps adalah 64%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kamu Mau Jual Emas ke Antam? Harganya Turun Lho...


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading