Harga Emas Antam Turun Seceng, Sekarang Rp 971 Ribu/Gram

Investment - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
22 August 2022 09:09
Emas Antam Foto: Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Kamis (22/8/2022) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung turun tipis Rp1.000 per gram menjadi di Rp 971.000 per gram. Sementara harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) tetap di Rp 837.000/gram.

"Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi. Untuk transaksi buyback silakan menghubungi Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan pada hari kerja Senin-Jumat. Pembayaran dilakukan secara transfer pada H+2 s/d H+3 (hari kerja). Jika kemasan rusak atau hilang dikenakan potongan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," jelas keterangan di situs Antam.


Harga emas Antam melanjutkan pelemahan meskipun telah anjlok Rp 18.000 selama sepekan kemarin. Sepanjang minggu lalu, harga emas dunia di pasar spot terkoreksi 3,07%.

Pelemahan harga emas tidak lepas dari penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Ini karena emas dibanderol dalam dolar AS.

Ketika dolar AS naik, emas jadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas jadi turun, sehingga harga mengikuti.

"Faktor utama penekan harga emas adalah kebangkitan dolar AS. Emas dan dolar berebut posisi sebagai aset aman (safe haven). Sejauh ini dolar AS yang menang, karena kenaikan suku bunga membuat dolar AS lebih menarik," kata Jim Wykoff, Analis Senior Kitco Metals, sebagaimana diwartakan Reuters.

Meski sudah menaikkan suku bunga acuan 225 basis poin (bps) sepanjang tahun ini, bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) belum akan berhenti. Dalam rapat bulan depan, Ketua Jerome 'Jay' Powell dan rekan hampir pasti akan kembali menaikkan Federal Funds Rate.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 50 bps ke 2,75-3% adalah 58,5%. Sementara kemungkinan kenaikan 75 bps adalah 41,5%.

Kenaikan suku bunga acuan akan ikut mengerek imbalan investasi aset-aset berbasis dolar AS, terutama instrument berpendapatan tetap. Sayangnya emas adalah instrumen yang tidak memberikan imbal hasil sehingga menjadi kurang menarik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kinclong! Sepanjang Pekan Ini Harga Emas Antam Melesat 1,7%


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading