Emas Antam Turun Dekati Level Terendah April, Saatnya Borong?

Investment - Tim Riset, CNBC Indonesia
23 April 2022 11:15
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga beli emas batangan yang dijual oleh PT Antam Tbk. (ANTM) turun pada perdagangan hari ini, Sabtu (22/4/2022).

Melansir data dari situs resmi milik Antam, logammulia.com, harga emas batangan produk 1 gram di Rp 989.000/batang, turun Rp 8.000/gram atau 0,8% dari posisi sebelumnya.

Mengikuti harga beli, harga buyback (harga yang digunakan ketika konsumen menjual emas kepada Antam) turut melemah. Pada perdagangan hari ini harga emas buyback tercatat di level Rp 893.000/gram, turun Rp 8.000.


Harga jual emas Antam hari ini mendekati level terendah bulan April, yakni di harga Rp 983.000/gram pada 6 April lalu.

"Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi. Untuk transaksi buyback silakan menghubungi Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan pada hari kerja Senin-Jumat. Pembayaran dilakukan secara transfer pada H+2 s/d H+3 (hari kerja). Jika kemasan rusak atau hilang dikenakan potongan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," jelas keterangan di situs Antam.

Harga emas Antam yang melemah dipengaruhi oleh harga emas acuan dunia. Kemarin, harga emas dunia acuan pasar spot ditutup melemah 1,12% di US$ 1.929,73/troy ons.

Penurunan ini salah satunya dipengaruhi oleh sentimen dari pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang mengindikasikan bahwa bank sentral AS sedang mempersiapkan kenaikan suku bunga pada pertemuan Mei. Pada pertemuan selanjutnya investor mengharapkan suku bunga akan naik 50 basis poin (bps).

Prospek kenaikan suku bunga tersebut menjadi angin segar bagi dolar AS yang melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 2 tahun.Lonjakan dolar berdampak pada sesama aset safe haven, yakni emas yang membukukan penurunan.

Pernyataan yang bernada hawkish tersebut juga ikut mendongkrak imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun. Yield melambung ke level 2,9% pada Jumat (21/4), level tertinggi sejak Desember 2018.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan yield surat utang pemerintah AS karena emas tidak menawarkan imbal hasil. Sementara kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan.

Brian Lan, dari Gold Silver Central, mengatakan emas mungkin sudah tidak banyak dilirik karena telah melewati titik psikologisnya di US$ 2.000. Sebagai catatan, emas menembus level US$ 2.000 dan ditutup pada titik US$ 2.052,41 per troy ons pada 8 Maret lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow! Harga Emas Tahun Depan Diramal Bisa 'Terbang'


(luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading