InvesTime

Untung Mana nih, Emas Beneran atau 'Emas Digital' Bitcoin cs?

Investment - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
12 November 2021 11:10
FILE PHOTO: Bitcoin (virtual currency) coins placed on Dollar banknotes, next to computer keyboard, are seen in this illustration picture, November 6, 2017.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas menjadi salah satu opsi dalam berinvestasi di tengah ketidakpastian ekonomi karena emas biasanya menjadi investasi lindung nilai (hedging). Selain emas, saat ini ada tren investasi baru yakni 'emas digital' atau biasa disebut aset kripto: bitcoin dan lain-lainnya.

Lalu bagi para milenial, kira-kira investasi apa yang paling cocok, apakah sebaiknya membeli emas beneran yakni emas Antam atau lebih baik mencoba membeli kripto?

Senior Analyst & Consultant Infovesta Kapital Advisori, Praska Putrantyo mengatakan secara tren pergerakan emas asli dan 'emas digital' akhir-akhir ini saling beririsan.


Berdasarkan grafik selama 5 tahun terakhir dia menyebut performa kedua komoditas ini cukup signifikan.

"Bitcoin secara persentase akumulasi naik 8 kali lipat dalam tiga tahun terakhir," ungkapnya dalam InvesTime CNBC Indonesia, Kamis malam, (11/11/2021).

Sementara untuk emas juga mengalami tren kenaikan, dalam 3 tahun terakhir menurutnya terhitung September 2018 hingga Oktober 2021 kenaikannya hampir 50%.

Menurutnya daya tarik emas akan tergantung pada kondisi ekonomi yang ada mengingat emas biasanya untuk lindung nilai.

"[Adapun] Bitcoin ini cukup menarik sekali karena di samping familiaritas kripto dan lainnya yang kecil-kecil [ethereum, cardano dll] cukup banyak familiar sehingga animo besar masuk mencoba dunia kripto," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan untuk emas lebih banyak didominasi dari kondisi makro ekonomi. Emas banyak dipilih untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi seperti yang terjadi di tahun 2019.

"Jadi memang driver-nya agak beda, kripto arahnya ke spekulatif pendek menengah," lanjutnya.

Secara keamanan volatilitas menurutnya secara fundamental emas relatif lebih aman. Sementara bitcoin memiliki volatilitas yang tinggi. Menurutnya saat ini beberapa negara saat ini sudah menggunakan bitcoin, kendati beberapa negara juga melarang.

"Dalam penggunaan ekosistem dimungkinkan maka saya balik ke awal. Emas lebih stabil."

Dia menyarankan kepada investor bitcoin agar menghindari euforia, tetapi berinvestasilah dengan pertimbangan melihat pasar dan proyeksi jangka pendek dan panjang sesuai dengan horizon investasi.

"Hati-hati jangan harap jangka panjang bitcoin akan seperti dulu tapi buat jangka panjang belum tentu demikian," tuturnya.

Mengacu data situs logammulia, harga emas Antam saat ini masih terus melaju kencang di pekan ini, mengikuti harga emas dunia yang melesat pascarilis data inflasi di Amerika Serikat (AS).

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini berada di level tertinggi dalam 5 bulan terakhir.

Harga emas batangan hari ini naik Rp 5.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 956.000/batang atau naik 0,53% dibandingkan harga kemarin. Emas ini kini berjarak 4,6% dari Rp 1 juta/batang, yang terakhir kali dicapai pada November tahun lalu.

Adapun pada hari ini, harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar di atas US$ 30 miliar (setara Rp 428 triliun, kurs Rp 14.250/US$) terpantau menguat.

Harga bitcoin dan ethereum cenderung stabil setelah sempat menurun dari level tertinggi barunya pada Rabu (10/11/2021) lalu.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, bitcoin menguat 0,43% ke level harga US$ 65.193,41/koin atau setara dengan Rp 929.006/093/koin, ethereum melesat 3,65% ke level US$ 4.789,81/koin atau Rp 68.254.793/koin.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading