Harga Emas Antam Stagnan, tapi Sepekan Turun Ceban

Investment - adf, CNBC Indonesia
09 October 2021 11:30
Petugas menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di Pegadaian, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) stagnan pada perdagangan hari ini, Sabtu (9/10/2021), tetapi tercatat turun selama sepekan. Sementara itu, prospek ke depan juga tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda positif yang signifikan.

Menurut data di website logammulia.com, hari ini harga emas Antam berada di Rp 914.000/gram, tidak berubah dari harga Jumat (8/10) kemarin. Dalam sepekan, emas Antam merosot 1,08% atau berkurang Rp 10.000.


Harga Logam Mulia Antam bergerak searah dengan harga emas dunia.

Menurut data Refinitiv, harga emas dunia di pasar spot turun 0,21% ke posisi US$ 1.756,67/troy ons dalam sepekan. Setelah sempat melesat ke US$ 1.769,51 pada Senin (4/10), harga emas cenderung melorot.

Kemungkinan menguatnya nilai tukar mata uang dolar AS menjadi penekan harga emas. Dua aset ini memang punya hubungan yang bertolak belakang.

Emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika dolar AS menguat, emas jadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas turun, harga pun mengikuti.

Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat tipis 0,03% selama sepekan. Dalam sebulan terakhir, indeks ini melesat 2,21%.

Penguatan dolar AS ditopang oleh rilis data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam. ADP mencatat perekonomian AS menciptakan 568.000 lapangan kerja pada September 2021. Naik dibandingkan Agustus 2021 yaitu 340.00 dan menjadi yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Sementara, bulan lalu bos The Fed Jerome Powell telah mengindikasikan bahwa pemangku kebijakan di bank sentral terkuat dunia tersebut sepakat pengurangan pembelian aset bisa dimulai secepatnya pada November, selama angka tenaga kerja September "bagus."

Namun, Kathy Lien, Managing Director di BK Asset Management di New York, berpendapat bahwa The Fed akan tetap mulai melakukan tapering terlepas data pekerjaan tidak sebagus yang diharapkan.

"Saya pikir Federal Reserve (The Fed) menjelaskan dengan sangat jelas bahwa mereka tidak memerlukan laporan pekerjaan blockbuster untuk mulai melakukan tapering pada bulan November," kata Kathy Lien, kepada Reuters, dikutip CNBC Indonesia, Sabtu (9/10/2021).

Kathy melanjutkan, menurutnya, The Fed akan tetap di jalurnya alias bakal tetap melakukan tapering mulai akhir tahun ini.

Asal tahu saja, kebijakan tapering merupakan kebijakan The Fed untuk mengurangi suntikan likuiditasnya ke pasar, dengan mengurangi pembelian obligasi yang dilakukannya selama ini senilai US$120 miliar/bulan.

Di sisi lain, pemimpin Mayoritas Senat AS dari Partai Demokrat Chuck Schumer dan mitranya dari Partai Republik Mitch McConnell setuju untuk sementara menaikkan plafon utang AS sebesar $480 miliar, yang memungkinkan Departemen Keuangan memenuhi kewajibannya pada 3 Desember mendatang.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading