InvesTime

Gak Dapat Saham IPO, Kapan Waktunya Borong di Pasar Sekunder?

Investment - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
10 September 2021 10:41
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Pasca ambruknya koridor lantai 1 di Tower 2 Gedung BEI kemarin (15/1/2018), hari ini aktifitas perdagangan saham kembali berjalan normal

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada beberapa emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan ini. Setidaknya total ada sekitar 10 calon emiten yang listing pada September ini dan beberapa sudah tercatat dalam sepekan terakhir.

Banyak investor membeli saham pada saat IPO dan sebelum saham tersebut tercatat di papan perdagangan BEI. Tapi ada pula yang tidak kebagian di pasar perdana (masa penawaran awal) sehingga masih ada kesempatan membeli pada saat saham tersebut sudah tercatat di BEI (listing) atau disebut membeli di pasar sekunder.

Tapi kapan waktu yang tepat?


"Tidak apa-apa menunggu seminggu atau 10 hari setelah IPO. Seperti Bukalapak saat IPO itu langsung Auto Reject Atas (ARA), lalu asing langsung take profit, sayangnya investor lokal baru masuk saat harga di atas [harga level tinggi]," jelas SVP Research Kanata Hita Solvera, Janson Nasrial, dalam Investime, CNBC Indonesia, Kamis (10/9/2021).

"Setelah asing take profit mereka masuk lagi. Untuk stabil bisa memakan waktu hingga 10 hari. Lalu asing mulai masuk perlahan, posisinya masih net buy setelah ARA," katanya.

Untuk emiten yang menerbitkan waran (saham pemanis bagi investor pembeli saham IPO) setelah IPO, menurut Jason tidak mempengaruhi harga saham. Karena menurut Jason waran hanya pemanis yang bisa diberikan kepada investor dengan harga yang sudah ditentukan.

"Waran itu cuma pemanis supaya investor berpartisipasi, untuk prospek kembali ke basic yakni fundamental dan sektoralnya ada di mana," jelasnya.

Jason juga menjelaskan strategi pemilihan saham yang baru IPO lebih baik sesuai dengan tema atau tren industri yang menarik 5 tahun mendatang, seperti teknologi, perbankan, kesehatan, hingga energi baru terbarukan.

Namun diversifikasi portofolio penting, jangan hanya memiliki saham pada satu sektor. Misal seperti hanya memiliki saham teknologi saja itu terlau beresiko, investor harus menyeimbangkan portofolio saham yang dimiliki.

Emiten baru yang melantai di BEI bulan ini adalah PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) yang berada di sektor teknologi, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT). PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) di bidang kesehatan, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), dan PT GTS Internasional Tbk dengan kode GTSI.

Senin lalu (6/9), ada dua emiten baru yang listing yakni PT Geoprima Solusi Tbk(GPSO) dan PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS), sementara itu pada 1 September pekan lalu sudah tercatat PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS).

Di 8 September lalu, ada GTSI, RSGK, SBMA, dan CMNT. Pada 9 September ini tercatat PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA). Masih ada deretan lain yang antre: PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) dan RUNS.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading