Bunda! Emas Dunia Menguat, Harga Emas Antam Rebound nih

Investment - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
05 September 2021 06:52
Dok Antam

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik bagi Anda yang berinvestasi di emas. Harga emas dunia selama perdagangan pekan ini terpantau menguat, setelah pada pekan sebelumnya sempat melemah.

Namun secara harian dalam pekan ini, sebenarnya pergerakan harga emas masih cenderung volatil, tetapi harganya cenderung bertahan di kisaran level US$ 1.810/troy ons.

Harga emas dunia pada pekan ini menguat 0,52% secara point-to-point. Pada penutupan perdagangan Jumat lalu (6/8/2021), harga emas langsung melesat 0,93 % ke US$ 1.826,19/troy ons.


Bahkan, harga emas acuan dunia melesat ke level rekor tertingginya selama 2 bulan terakhir.

Melesatnya harga emas pada perdagangan Jumat lalu, yang juga menjadi perdagangan emas terakhir di pekan ini didorong oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang sangat rendah pada periode Agustus tahun 2021.

Slip gaji per Agustus tercatat bertambah 235.000, atau jauh dari ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memprediksi angka 720.000. Angka itu jauh dari capaian Juli yang mencapai 1,05 juta slip gaji.

Harga emas dunia, 4 September 2021Foto: Harga emas dunia, 4 September 2021
Harga emas dunia, 4 September 2021

"Angka penggajian yang rendah pagi ini sangat menghantui outlook tapering karena hanya 235 ribu posisi pekerjaan dibuka pada Agustus, yang sepertinya akan membuat The Fed menahan diri dan memperpanjang rencana tapering," tutur Chris Zaccarelli, Kepala Investasi Independent Advisor Alliance seperti dikutip CNBC International.

Jika penyebaran virus Covid-19 varian delta berlanjut dan memperburuk perekonomian, maka bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) berpeluang memundurkan jadwal tapering (pengurangan pembelian obligasi di pasar sekunder).

Bos The Fed, Jerome Powell telah menegaskan bahwa program pengurangan pembelian obligasi di pasar baru akan dimulai setelah data tenaga kerja menguat.

Tapering merupakan musuh utama emas. Pernah terjadi pada tahun 2013, emas masuk dalam tren bearish (menurun) hingga tahun 2015.

Tetapi, kali ini investor emas sudah memperhitungkan tapering akan terjadi paling cepat di akhir tahun ini, apalagi data tenaga kerja AS yang dirilis pada malam tadi cenderung tidak sesuai ekspektasi.

Sementara itu dari sisi prospek jangka menengah hingga panjang, emas diprediksi masih akan menanjak.

Harga emas saat ini disebut undervalue sebesar 12% oleh Nitesh Shah, direktur riset di WisdomTree. Ia mengatakan melihat posisi dolar AS, suku bunga, dan inflasi, emas seharusnya diperdagangkan di kisaran US$ 2.000/troy ons.

"Emas menghadapi banyak tantangan, tetapi harganya jauh di bawah seharusnya, dan kita akan melihat harga akan bergerak naik," kata Shah, sebagaimana dilansir Kitco, Selasa (31/8/2021).

Ia memprediksi harga emas akan mencapai US$ 1.970/troy ons di kuartal IV-2021, kemudian kembali turun ke US$ 1.860/troy ons di kuartal II-2022, sebabnya bank sentral AS (The Fed) yang akan melakukan tapering di akhir tahun ini.

Shah menambahkan, pasar emas akan sangat tergantung dari rapat kebijakan moneter The Fed bulan September, sebab ada ekspektasi akan diumumkan detail. Selain itu outlook inflasi The Fed juga akan mempengaruhi proyeksi emas.

Antam

Di sisi lain, dari dalam negeri, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam akhirnya berhasil menguat pada Sabtu kemarin (4/9/2021), setelah selama hampir sepekan terakhir mengalami pelemahan.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, emas satuan 1 gram dibanderol Rp 943.000/batang, menguat Rp 9.000/gram atau 0,96% dibandingkan harga kemarin.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading