Literasi Investasi OJK

Banyak Rumor Sesat, Catat Hal Ini Sebelum Investasi Saham

Investment - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
24 August 2021 19:00
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor barang konsumsi (consumer goods) dan teknologi seperti bank digital bisa menjadi sektor potensial investor yang memilih investasi di pasar saham. 

Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee  mengatakan perusahaan yang potensial terutama yang memanfaatkan digitalisasi dengan baik ketika awal pandemi Covid-19 sebagai bentuk adaptasi di tengah ketidakpastian.

Pasalnya, hal tersebut menjadi penanda adaptasi yang bisa dilakukan oleh perusahaan tersebut. Sementara consumer goods merupakan barang konsumsi dan kebutuhan pokok yang selalu dibutuhkan, meski bergantung pada daya beli masyarakat, biasanya perusahaan lebih bertahan di tengah situasi krisis.


Kemudian teknologi, terutama bank digital juga potensial karena masyarakat masih membutuhkan layanan perbankan yang lebih luas terutama dengan perubahan pola perilaku ketika pandemi ini.

Hans mengatakan jika bank digital bisa membentuk sebuah ekosistem yang solid, maka investor bisa memiliki prospek ke depannya dengan nilai yang semakin tumbuh. Nantinya, seberapa kuat ekosistem yang dimiliki akan menciptakan menyisakan beberapa pemain besar yang bisa memberikan keuntungan bagi investor.


"Semester II-2021 harus diperhatikan data Covid-19 karena varian delta sudah menyebar di seluruh dunia, termasuk China yang sekarang mulai melakukan lockdown. Kalau China melakukan hal tersebut maka bisa menghambat perekonomian, dan ini harus diperhatikan ketika memilih saham apa yang mau dibeli," ujar Hans, Selasa (24/8/2021).

Penanganan Covid-19 dan potensi terjadinya tapering oleh The Fed menjadi perhatian utama di pasar modal tanah air. Untuk itu dia mengingatkan agar investor rasional ketika menyusun portofolionya, dan mengetahui persis apa yang dibeli dan nilai fundamentalnya. Hans mengatakan jika investor memiliki horison yang cukup panjang maka bisa memilih saham yang banyak terdiskon secara harga, namun memiliki fundamental yang kuat sehingga bisa pulih ketika pandemi mereda.

"Kemudian kalau yang memilih growth value biasanya valuasi mahal, tapi memang ada pertumbuhan yang tinggi. Ini biasanya terjadi pada saham teknologi dan bank digital. Tapi perjalanannya masih panjang karena industri keuangan dan bank digital harus punya ekosistem," kata dia.

Dia juga mengingatkan agar investor tidak terpengaruh oleh influencer dan pompom dalam menyusun portofolio saham, karena berisiko tinggi. Hans mengatakan membeli saham, sama dengan membeli perusahaan, untuk itu sebelum membeli investor harus mengetahui seluk beluk perusahaan, dan bagaimana tren bisnisnya ke depannya.

"Pasar saham dalam lima tahun selalu terbukti menghasilkan profit, jadi kalau dia turun maka lima tahun kemudian pertumbuhannya akan lebih tinggi. Artinya kalau kita memiliki uang untuk jangka 5 tahun maka pasar saham yang terbaik. Tapi harus hati-hati memilih sahamnya, jangan sampai hanya terpengaruh oleh rumor atau kabar yang beredar," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading