InvesTime

Bocoran Saham-saham Konglomerasi yang Bisa Anda Borong

Investment - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
19 July 2021 09:57
Bursa Efek Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham milik konglomerasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup beragam, mulai dari Grup Bakrie, Lippo, Salim, Astra, Djarum, Grup CT Cort, hingga konglomerasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lantas, saham konglomerasi mana yang memiliki prospek cerah untuk diborong sahamnya?

Head of Research DBS Group Maynard Arif dalam program Investime CNBC Indonesia mengemukakan para investor harus mengetahui bahwa tidak semua grup dan anak usaha di dalamnya memiliki prospek kinerja yang menguntungkan ke depan.


"Menurut kami, tidak bisa otomatis menyamaratakan kalau induk usaha dari saham konglomerasi itu prospeknya bagus atau kinerja bagus, maka anak usaha akan sama atau prospeknya," kata Maynard seperti dikutip Senin (19/7/2021).

Menurutnya, para calon investor yang ingin memborong saham-saham konglomerasi harus tetap melihat lebih jauh prospek bisnis sang induk usaha atau anak usaha dalam kondisi saat ini.

"Kita mungkin ambil contoh mungkin dalam kondisi saat ini ada sebuah grup yang mungkin induk usaha lebih mengandalkan sektor pariwisata atau transportasi yang kita tau amat sangat dalam posisi sulit," katanya.

"Ini kan mungkin jadi induk usaha kurang baik kinerjanya. Tapi mungkin grup ini ada usaha jasa telekomunikasi atau farmasi atau kesehatan yang pada saat ini kinerjanya lebih baik. Jadi kita tidak bisa samaratakan," jelasnya.

Namun, Maynard mengaku tak bisa memilih grup besar mana yang memiliki prospek cerah karena seluruhnya bervariasi. Maka dari itu, perlu ketelitian dari para calon investor itu sendiri.

"Menurut saya dari sisi investornya sendiri. Lebih comfortable bisnis apa yang mereka pandang menjanjikan ke depan. Kemudian grup mana yang menurut investor ke depan grupnya cukup bagus. Kalau boleh dibilang, era digital ini orang melihat semua bisnis berbau digital prospeknya bagus," katanya.

Menurutnya, banyak saham-saham konglomerasi yang masih memiliki prospek cerah, tak terkecuali grup yang menyandang status saham gocap alias Rp 50/saham. Namun, Maynard mengingatkan bahwa perlu ketelitian dalam hal ini.

"Kita harus cermati biasanya ada masalah baik dari sisi kinerja atau mungkin kesulitan likuiditas atau kasus tertentu. Kalau ditanya prospek mungkin ada, tapi kita harus lihat dulu kenapa sampai turun ke Rp 50," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading