Investor Ambil Cuan, Emas Antam Turun di Akhir Pekan

Investment - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
17 July 2021 10:10
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat menguat selama tiga hari, harga emas produksi PT Aneka Tambang (ANTM) Tbk turun pada perdagangan Sabtu (17/7/2021). Tampaknya para investor mulai merealisasikan aksi ambil untung (profit taking) pada hari ini.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan dengan berat 1 gram hari ini turun 0,73% ke Rp 949.000/batang.

Sementara itu satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan hari ini melorot 0,78% ke 89.112.000/batang atau Rp 891.120/gram.


Pada Jumat (16/7/2021) kemarin, harga emas Antam berat 1 gram naik 0,31% ke Rp 956.000/batang.Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 11 Juni lalu. Selama Senin-Jumat harga emas Antam naik 0,63%, sementara sepanjang bulan ini sudah menguat 1,84%.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berat

Harga Dasar

Harga NPWP (+Pajak 0.45%)

Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)

0.5 gr

524,500

526,500

528,500

1 gr

949,000

953,000

957,000

2 gr

1,838,000

1,846,000

1,854,000

3 gr

2,732,000

2,744,000

2,756,000

5 gr

4,520,000

4,540,000

4,560,000

10 gr

8,985,000

9,025,000

9,065,000

25 gr

22,337,000

22,437,000

22,538,000

50 gr

44,595,000

44,795,000

44,996,000

100 gr

89,112,000

89,513,000

89,914,000

250 gr

222,515,000

223,516,000

224,517,000

500 gr

444,820,000

446,821,000

448,823,000

1000 gr

889,600,000

893,603,000

897,606,000

Setelah sempat naik pada awal pembukaan, harga emas dunia pada perdagangan kemarin akhirnya turun 1% ke US$ 1.810,89/troy ons. Pelemahan ini terjadi setelah harga emas melaju kencang dalam empat hari terakhir. Dalam sepekan emas naik 0,16%.

Kendati melemah kemarin, kabar baiknya, inflasi yang tinggi di Amerika Serikat (AS), serta suku bunga rendah membuat emas dunia diprediksi akan kembali ke US$ 1.900/troy ons dalam beberapa bulan ke depan oleh Michael Matousek, Kepala Trader di US Global Investor.

"Kita masih melihat inflasi yang tinggi dan hal tersebut terlihat tidak berlangsung sementara seperti yang dipikirkan banyak orang," kata Matousek, sebagaimana dilansir CNBC International, Kamis (15/7/2021).

Dari harga penutupan perdagangan kemarin, hingga ke US$ 1.900/US$, artinya harga emas dunia diprediksi akan naik hingga 4,92% lagi dalam beberapa bulan ke depan.

Artinya, harga emas Antam juga berpotensi naik, meski persentasenya tidak akan sama, bisa lebih besar atau lebih kecil. Emas Antam ukuran 1 gram hari ini dibanderol Rp 949.000/batang, berjarak 5,37% dari Rp 1 juta per batang.

Dengan demikian, peluang emas Antam kembali ke Rp 1 juta cukup besar jika harga emas dunia mencapai US$ 1.900/troy ons lagi.

Sementara itu sentimen dari dalam negeri, pemerintah telah membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk bahan baku emas batangan dan perhiasan.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 70/2021 tentang Penyerahan Barang Kena Pajak yang Bersifat Strategis yang Tidak Dipungut Pajak Pertambahan Nilai. Kebijakan ini akan berlaku mulai 28 Juli 2021 mendatang.

Dengan bahan baku yang bebas PPN, harga jual emas batangan tentunya berpotensi turun, meski faktor utamanya masih tetap pergerakan harga emas dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading